Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID – RSUD Pandega berbagi informasi penting tentang Virus Nipah. Virus ini termasuk penyakit zoonosis yaitu dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar dan babi/ternak serta dapat menular antar manusia melalui cairan tubuh. (Rabu, 04/02/2026)
Virus Nipah ini kini mengintai, dapat menular dari hewan kemanusia (zoonosis) terutama dari kelelawar dan babi / ternak kemanusia serta antar manusia melalui cairan tubuh. Meskipun jarang, angka kematiannya tinggi ( 40%-75% ) dan dapat menyerang anak – anak.
Cara Penularan Penyakit ;
- Kontak langsung dengan hewan yang terinveksi dengan virus Nipah.
- Kontak dengan orang sakit atau cairan tubuhnya ( droflet, urine, darah )
- Konsumsi makanan atau minuman yang terinveksi Virus Nipah.
Gejala Virus Nipah ;
Muncul dari 4-14 hari setelah terpapar.
- Demam, sakit kepala, nyeri otot,
- Mintah, sakit temggorokan,
- Mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran,
- Kasus berat ( kejang, radang otak ).
Pencegahannya;
✓ Mencuci bersih dan kupas buah sebelum dikonsumsi,
✓ Hindari buah yang digigit kelelawar,
✓ Pastikan masak daging sampai masak, hindari makan daging yang masih mentah atau kurang masak,
✓ Hindari kontak dengan hewan yang beresiko ( kelelawar dan babi ),
✓ Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat berinteraksi dengan hewan,
✓ Terapkan pola hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun secara teratur.
Untuk Virus Nipah ini hingga saat ini belum tersedia obat khusus maupun vaksin, diharapkan warga masyarakat Sahabat Pandega Pangandaran harus tetap waspada terhadap potensi penularan Virus Nipah ini. ( N.Nurhadi )














