Kesehatan

RSUD Pandega Tingkatkan Kapasitas Dokter Umum” Kegawatdaruratan Neurologis”

1014
×

RSUD Pandega Tingkatkan Kapasitas Dokter Umum” Kegawatdaruratan Neurologis”

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID –
RSUD Pandega Pangandaran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan melalui peningkatan kapasitas dokter umum dalam penanganan kegawatdaruratan neurologis ( Senin, 02/02/2026).

Penanganan kegawatdaruratan neurologis memerlukan tindakan cepat guna mencegah kerusakan saraf permanen. Prinsip utamanya adalah stabilisasi ABC (Airway, Breathing, Circulation) serta identifikasi dini gejal.

Example 300x600

Berikut adalah langkah penanganan untuk beberapa kondisi kritis:

  1. Stroke Akut
    Stroke adalah kondisi brain attack yang membutuhkan evaluasi medis segera (target door-to-needle <60 menit).

• Pertolongan Pertama: Baringkan pasien dengan posisi kepala dan bahu sedikit lebih tinggi (sekitar 30 derajat).

BACA JUGA :
“NGOBATAN” Sahabat Pandega Tentang “Kanker Serviks…”

• Pantangan: Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat penurun tekanan darah tanpa instruksi medis karena dapat memperburuk kondisi.

• Tindakan Medis: Stabilisasi tekanan darah dan identifikasi jenis stroke melalui CT Scan guna menentukan terapi fibrinolitik untuk stroke iskemik atau pengendalian tekanan intrakranial untuk stroke hemoragik.

  1. Status Epileptikus (Kejang Berulang/Lama)

Didefinisikan sebagai kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang tanpa pulihnya kesadaran di antaranya.

• Langkah Awal: Amankan area sekitar, jangan menahan gerakan tubuh, dan jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut.

BACA JUGA :
RSUD Pandega Pangandaran Hadir, Bukan Hanya Mengobati Tapi Menemani Proses Pulih

• Posisi: Miringkan tubuh pasien (posisi mantap/ recovery position) untuk mencegah tersedak air liur atau muntahan.

• Medis: Pemberian obat antikejang lini pertama seperti benzodiazepine (misalnya diazepam atau lorazepam).

  1. Cedera Kepala Berat
    Fokus utama adalah mencegah cedera otak sekunder akibat kurangnya oksigen atau tekanan berlebih di otak.

• Stabilisasi: Jaga posisi leher tetap lurus (fiksasi leher/ c-spine stabilization) jika dicurigai ada trauma tulang belakang.

• Pemantauan: Observasi tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS).
• Medis: Oksigenasi yang cukup, manajemen cairan, dan kontrol tekanan intrakranial.

BACA JUGA :
RSUD Pandega Pangandaran bersama dr. Himawan Widyatmiko “Waspadai Super Flu”
  1. Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK)
    Kondisi ini sering terjadi pada penderita tumor otak, perdarahan otak, atau infeksi berat.

• Tanda Utama: Penurunan kesadaran, muntah proyektil, dan nyeri kepala hebat.
• Penanganan: Elevasi kepala 30 derajat, pemberian cairan hipertonik (seperti Manitol), dan intubasi jika diperlukan untuk menjaga kadar karbon dioksida dalam darah.

RSUD Pandega Pangandaran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan melalui peningkatan mutu pelayanan melalui peningkatan kapasitas dokter umum dalam penanganan kegawatdaruratan neurologis respon cepat, diagnosis tepat, dan tatalaksana yang optimal menjadi kunci keselamatan pasien Sehat dan Bahagia. ( N.Nurhadi )