Berita

Ribuan Warga Padati Pendopo Delta Wibawa, Wayang Kulit “Semar Mbangun Kayangan” Warnai Puncak Harjasda ke-167 Sidoarjo

1679
×

Ribuan Warga Padati Pendopo Delta Wibawa, Wayang Kulit “Semar Mbangun Kayangan” Warnai Puncak Harjasda ke-167 Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Ribuan masyarakat memadati area pendopo untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan dalang Ki Didik Sasmita Aji dari Gresik.

Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pendopo Delta Wibawa berubah menjadi panggung kebudayaan pada Sabtu (7/2/2026) malam. Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, ribuan masyarakat memadati area pendopo untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan dalang Ki Didik Sasmita Aji dari Gresik.

Tahun ini, lakon “Semar Mbangun Kayangan” dipilih sebagai sajian utama. Pagelaran dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong serta penyerahan tokoh wayang Semar oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, kepada dalang.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menjelaskan bahwa pemilihan lakon tersebut mengandung pesan kepemimpinan yang relevan dengan arah pembangunan daerah.

BACA JUGA :
Pemkab Sidoarjo Siapkan Wisata Mangrove, Sedati Jadi Gerbang Ekowisata

“Lakon ini mengajarkan bahwa kekuasaan tertinggi bukan pada takhta, melainkan pada kemuliaan hati pemimpin demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, figur Semar yang merepresentasikan wong cilik menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak semata berorientasi pada fisik, melainkan juga pembenahan nilai, moral, dan keadilan sosial.

Pagelaran wayang kulit menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya nusantara. Seni pedalangan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga medium edukasi yang sarat nilai etika, spiritualitas, dan filosofi kehidupan.

BACA JUGA :
TMMD ke-126 Kodim 0816/Sidoarjo Bangun Rumah Warga Desa Kedondong

Tradisi wayang kulit sendiri telah lama menjadi identitas kebudayaan Jawa yang diwariskan lintas generasi dan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Di tengah arus digitalisasi, penyelenggaraan pertunjukan langsung dinilai penting untuk menjaga kedekatan masyarakat khususnya generasi muda dengan akar budaya lokal.

Bupati Subandi berharap momentum Harjasda dapat menjadi ruang pembelajaran sosial bagi masyarakat.

“Kami berharap generasi muda semakin mencintai budaya bangsa dan menjadikannya inspirasi untuk bersikap bijak menghadapi tantangan,” tambahnya.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran komedian Cak Percil CS serta penampilan Sanggar Kreasi Dancer yang menyelingi jalannya pertunjukan, menghadirkan kombinasi hiburan tradisional dan modern tanpa menghilangkan esensi budaya.

BACA JUGA :
Bupati Subandi Serahkan Santunan Rp10 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Pondok Al Khoziny Buduran

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua TP PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, Sekretaris Daerah dr. Fenny Apridawati, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Wakil Ketua DPRD H. Warih Andono, serta jajaran Kepala OPD se-Kabupaten Sidoarjo.

Pagelaran wayang kulit ini menjadi salah satu agenda puncak Harjasda ke-167 yang memadukan hiburan rakyat dengan pesan edukatif, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam merawat identitas budaya di tengah pembangunan modern. (Ryo)

Tag:
Penulis: RyoEditor: Redaksi