Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DisKoperindagkop) Kota Sawahlunto menggelar pertemuan bersama para pedagang kuliner Silo yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (APESISTO), Rabu (4/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat APESISTO dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas, Tatang Sumarna, beserta jajaran, serta pengurus dan anggota APESISTO.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas menyampaikan rencana pengembangan kawasan pasar kuliner Silo sebagai bagian dari penataan kawasan terpadu UMKM. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto sedang berkoordinasi dengan PT Bukit Asam, yang menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan ke depan.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana lanjutan penataan kawasan ini,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kondisi kawasan saat ini masih belum tertata dengan baik. Menanggapi keluhan pedagang terkait kesemrawutan tersebut, pihaknya menyatakan belum dapat memberikan sanksi karena proses penyelesaian kawasan oleh pemerintah masih berlangsung.
“Kami mohon kebersamaan dari para pedagang untuk menjaga stabilitas dan ketertiban. Untuk sementara, kami akan melakukan pengawasan dengan pemasangan plang dan mengarahkan parkir ke sisi Gedung Indor tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, setelah pembangunan infrastruktur selesai, pemerintah akan melakukan penataan ulang kawasan secara menyeluruh. Dalam perencanaan tersebut, kemungkinan akan dilakukan pemindahan atau pergeseran lokasi pedagang, yang kepastiannya masih menunggu hasil rapat koordinasi bersama Wali Kota Sawahlunto.
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari penyampaian permohonan maaf dari Wali Kota Sawahlunto kepada para pedagang atas keterlambatan proses penyelesaian kawasan.
Di sisi lain, DisKoperindagkop mencatat adanya peningkatan kedisiplinan pedagang selama bulan Ramadan lalu. Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Dengan rencana pengembangan kawasan Silo menjadi pusat kuliner terpadu berbasis UMKM, diharapkan para pelaku usaha dapat semakin berkembang serta menjadi mitra strategis bagi perusahaan dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Harapannya, UMKM di Sawahlunto semakin maju dan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menghidupi,” tutupnya.(Suherman)














