Pemerintahan

Pemkab Jember Perkuat Sektor Pertanian, Oplah Ditingkatkan Capai 8.000 Hektare

1155
×

Pemkab Jember Perkuat Sektor Pertanian, Oplah Ditingkatkan Capai 8.000 Hektare

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Menyapa Petani Kecamatan Mumbulsari, Selasa(7/4/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Keberpihakan pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Jember terhadap sektor pertanian dinilai semakin nyata. Hal ini tercermin melalui penguatan program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Example 300x600

Program tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku yang digelar di Balai Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait, mengatakan bahwa alokasi anggaran sektor pertanian pada 2025, yang diperkuat dengan dukungan APBN, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember.

BACA JUGA :
Bupati Jember Sambut Gembira Peluncuran KDMP Bisa Mengurangi Kemiskinan

“Bahkan pada 2026 akan kembali meningkat. Salah satunya melalui program optimalisasi lahan, yang sebelumnya sekitar 4.000–5.000 hektare, tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 7.000 hingga 8.000 hektare,” ujar Fawait.

Selain itu, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani. Ia menegaskan bahwa program tersebut melainkan langkah nyata untuk mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Dampak dari optimalisasi lahan dapat mulai dirasakan dukungan dari pemerintah pusat. Ia optimistis Jember dapat kembali menjadi lumbung pangan, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional,” ucapnya.

BACA JUGA :
Wakil Ketua DPRD Jember Sosialisasikan Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemkab Jember juga akan melakukan pengawalan program tersebut melalui kelompok tani. Ke depan, kelompok tani didorong untuk mandiri, termasuk dalam produksi pupuk organik yang dinilai memiliki nilai tambah ekonomi.

“Kalau optimalisasi lahan meningkatkan luas tanam, maka pengembangan pupuk organik akan menjadi sumber pendapatan baru bagi kelompok tani,” katanya.

BACA JUGA :
Diduga Pasien Meninggal Akibat Kelalaian RS Balung Jember, Keluarga Minta Pertanggungjawaban

Lebih lanjut, Gus Fawait menjelaskan bahwa program Oplah juga didukung pembangunan infrastruktur pertanian. Dengan optimalisasi tersebut, lahan yang sebelumnya hanya panen sekali diharapkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

“Ia berharap seluruh lapisan, khususnya kelompok tani, dapat menjalankan program ini secara maksimal sehingga hasil yang dicapai semua lapisan sehingga bisa berjalan sesuai dengan rencana dan hasilnya akan optimal,” tuturnya.