Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya membangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bondowoso terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam gelaran Pekan Pendidikan Berkah Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Bondowoso di kawasan KDS, Jalan Mastrip, Kecamatan Bondowoso.
Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang mempertemukan pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat dalam berbagai aktivitas edukatif yang bersifat kreatif dan inklusif. Lebih dari sekadar agenda tahunan, ajang ini diharapkan mampu memperkuat peran bersama dalam memajukan dunia pendidikan.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rosi, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen menjadi faktor penentu terciptanya ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
“Malah kegiatan seperti ini justru menjadi contoh nyata bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan semua pihak harus terlibat. Ini bentuk kebersamaan yang perlu terus didorong,” ujar Fathur Rosi, saat di wawancara media Klik Today, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, Pekan Pendidikan Berkah menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Semangat gotong royong yang muncul dari berbagai pihak dinilai mampu melahirkan inovasi dan memperkaya metode pembelajaran yang lebih adaptif.
Di tengah upaya tersebut, tantangan sektor pendidikan masih menjadi perhatian serius. Fathur Rosi mengakui, kondisi infrastruktur di sejumlah sekolah masih membutuhkan penanganan, terutama terkait kelayakan bangunan.
“Perbaikan pendidikan itu tidak hanya soal kurikulum, tapi juga sarana dan prasarana. Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Oleh karena itu, berbagai upaya terus kita lakukan, termasuk mengajukan program revitalisasi ke kementerian,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya mengoptimalkan pembiayaan melalui APBD serta dukungan dari pemerintah pusat. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas.
“Semua langkah sudah kita tempuh, baik melalui APBD maupun dukungan dari pemerintah pusat. Yang jelas, kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan aman,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, khususnya dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan potensi.
“Harapan saya yang pertama, kegiatan ini bisa membuat anak-anak merasa nyaman dan tenang dalam belajar. Ketika mereka merasa bahagia, maka potensi yang ada dalam diri mereka akan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang terbuka bagi siswa untuk berekspresi dan mengembangkan diri.
“Ke depan, saya ingin seluruh elemen masyarakat bisa terus menginisiasi kegiatan seperti ini. Pendidikan bukan hanya ruang belajar formal, tapi juga ruang ekspresi dan aktualisasi diri bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
Melalui Pekan Pendidikan Berkah 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam memajukan sektor pendidikan di Bondowoso, sekaligus mencetak generasi unggul yang kreatif dan berdaya saing.(Arik)














