Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mengoptimalkan capaian akademis, SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso menggelar kegiatan Workshop Penguatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Lintas Mata Pelajaran dalam Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan ini diselenggarakan langsung di Aula SMAN 1 Tenggarang pada Selasa, 19 Mei 2026. Workshop yang dimaksudkan untuk pengembangan kompetensi tenaga pendidik ini menghadirkan Fasilitator Nasional Integrasi Literasi Numerasi, Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri utama.
Acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Sesi pembukaan berlangsung khidmat dan dibuka secara resmi oleh Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, Mohammad Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I, yang hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bondowoso.
Dalam sambutannya, Mohammad Syarifudin menekankan pentingnya peran guru di era digital. “Generasi instan saat ini perlu dibekali dengan pemahaman yang mendalam sebelum mereka melakukan scroll pada suatu informasi,” tegasnya.
Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut, Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi, S.Ag., M.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret sekolah dalam merespons hasil evaluasi berkala.
“Kegiatan ini adalah bentuk iktikad baik dari sekolah untuk menindaklanjuti hasil rapor pendidikan sekaligus hasil TKA yang telah kita terima,” ujar Ahmad Junaidi.
Sebagai pengantar materi, Dr. Tikno Anianto, M.Pd., yang juga merupakan Pengawas Pembina SMAN 1 Tenggarang, memaparkan materi mengenai pentingnya penguatan kompetensi literasi dan numerasi di jenjang SMA. Penguatan ini menjadi semakin krusial mengingat tantangan asesmen dan kebutuhan siswa yang semakin kompleks di era modern.
Memasuki sesi inti, Mohammad Hairul mengajak para peserta untuk melakukan refleksi mendalam terhadap Rapor Pendidikan SMAN 1 Tenggarang Tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai pijakan evaluasi untuk menyusun strategi pembelajaran ke depan.
Tidak hanya teori, dalam workshop ini para guru juga dibimbing langsung untuk mempraktikkan beberapa materi esensial, seperti merancang pembelajaran terintegrasi untuk menyisipkan aspek literasi dan numerasi secara kontekstual ke dalam semua mata pelajaran.
Selain itu, Mohammad Hairul juga mengupas tuntas perancangan asesmen guna menyusun instrumen penilaian atau ujian berbasis literasi-numerasi yang menguji kemampuan berpikir kritis siswa, serta strategi menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung penuh ketersediaan sumber daya literasi dan numerasi.
Seluruh rangkaian kegiatan edukatif ini berlangsung secara interaktif. Melalui penyelenggaraan workshop ini, pihak sekolah sedang bersiap menyiapkan tahun pelajaran baru demi mendukung penuh visi Smasga Juara serta melahirkan generasi yang Beriman, Berakhlak, Berpretasi (Beraksi).














