Pendidikan

Instruktur Nasional Literasi Ungkap Buku ‘Fabula Nostra’ Bukti Literasi Produktif SMPIT BIC Bondowoso

914
×

Instruktur Nasional Literasi Ungkap Buku ‘Fabula Nostra’ Bukti Literasi Produktif SMPIT BIC Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Apresiasi Instruktur Literasi atas buku Fabula Nostra karya Siswa SMPIT BIC Bondowoso.

Bondowoso, LENSNUSANTARA.CO.ID – Gerakan literasi di sekolah seringkali hanya berhenti pada tahap reseptif berupa membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Namun, SMPIT BIC Bondowoso melampaui ambang itu dengan melahirkan sebuah karya nyata berupa antologi karya berjudul “Fabula Nostra”.

Redaksi Lensa Nusantara (LN) berkesempatan mewawancarai langsung Mohammad Hairul (MH), Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis, untuk mengupas tuntas nilai di balik karya terbaru yang ditulis oleh siswa-siswi SMPIT BIC Bondowoso.

Example 300x600

LN: Pak Hairul, kami melihat antusiasme besar terhadap buku ‘Fabula Nostra’ ini. Sebagai seorang Instruktur Nasional, apa impresi pertama Anda saat membaca naskah karya siswa-siswi SMPIT BIC ini?

MH: Saya sangat mengapresiasi. Poin utama yang saya apresiasi adalah keberhasilan mereka dalam mencapai tahap literasi produktif. Banyak sekolah baru sampai pada tahap literasi dasar atau reseptif—di mana siswa hanya diminta membaca. Di SMPIT BIC, siswa sudah menjadi produsen karya. Ini adalah pencapaian kognitif yang tinggi untuk anak usia menengah.

BACA JUGA :
PMII Komisariat UNEJ Bondowoso Bahas Tuntas Dunia Pendidikan di Malam Harlah ke-65

LN: Apa yang membuat tulisan-tulisan dalam buku ini berbeda dari tulisan siswa pada umumnya menurut kacamata Anda?

MH: Ada kekayaan imajinasi yang luar biasa, saya menyebutnya ‘Daya Imaji Siswa’. Mereka tidak hanya menulis tentang kehidupan sekolah yang monoton, tapi berani masuk ke genre fantasi, petualangan, hingga refleksi kehidupan yang sangat dalam. Ini adalah bukti adanya kebebasan berpikir dan ekosistem kreatif yang sehat di sekolah tersebut. Guru-guru di sana berhasil menjadi fasilitator yang baik.

BACA JUGA :
Kasdim 0822 Bondowoso Pimpin Tebar 8.800 Bibit Ikan Nila, Warga Desa Trotosari Panen Manfaat!

LN: Secara substansi, adakah nilai khusus yang ingin Pak Hairul soroti dari karya-karya anak bangsa ini?

MH: Tentu, aspek karakter. Meskipun ini adalah buku fiksi, napas sekolah Islam Terpadu tetap terasa melalui pesan moral dan etika yang disisipkan dengan halus dalam setiap narasi. Literasi di sini bukan sekadar merangkai kata agar terlihat indah, tapi menjadi media penanaman karakter dan refleksi diri bagi si penulis maupun pembacanya.

LN: Kita melihat sampul dan kemasan bukunya sangat menarik dan profesional. Apakah aspek visual ini juga krusial dalam kacamata literasi nasional?

BACA JUGA :
Akses Sulit, Satgas TMMD 123 Bondowoso Nekat Angkut Material Pakai Motor di Jalur Ekstrem

MH: Sangat krusial. Sinergi antara teks dan visual menunjukkan bahwa proyek ini digarap secara serius. Desain yang estetik membangun kebanggaan tersendiri bagi siswa sebagai penulisnya. Selain itu, buku ini adalah simbol kolaborasi. Satu buku, banyak kepala, satu visi. Itu jauh lebih berharga daripada kompetisi individu.

LN: Terakhir Pak, apa pesan Anda untuk para penulis cilik di SMPIT BIC Bondowoso?

MH: Teruslah menulis. Fabula Nostra bukan sekadar kumpulan kertas, melainkan bukti nyata dari tajamnya pena dan jernihnya pikiran. Kalian telah membuktikan bahwa kalian tidak hanya mampu membaca dunia, tetapi juga berani menuliskan sejarah kalian sendiri. Kalian akan menjadi penulis-penulis kenamaan di masa depan.