Kesehatan

SMSI Bondowoso Tanggapi Postingan di Medsos Terkait Pelayanan Kesehatan Puskesmas Sukosari

0
×

SMSI Bondowoso Tanggapi Postingan di Medsos Terkait Pelayanan Kesehatan Puskesmas Sukosari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bondowoso, Arik Kurniawan, menanggapi unggahan di media sosial terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukosari yang belakangan menjadi perhatian publik.

Menurut Arik, masyarakat sebaiknya mengedepankan klarifikasi dan mekanisme pengaduan resmi apabila menemukan pelayanan yang dianggap kurang jelas atau tidak memuaskan, dibanding langsung mempublikasikannya di media sosial tanpa informasi yang lengkap.

Example 300x600

“Kalau memang ada pelayanan yang dianggap kurang jelas, sebaiknya ditanyakan atau diadukan langsung kepada pihak puskesmas terkait pelayanan tersebut. Jangan asal posting sehingga merugikan orang lain dan terkesan provokatif,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

BACA JUGA :
Berbagi dengan Anak Yatim Piatu, Polres Bondowoso Gelar Doa Bersama

Ia menilai, unggahan di media sosial yang tidak disertai data maupun fakta yang utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Bahkan, menurutnya, pengguna media sosial juga harus memahami konsekuensi hukum dari setiap unggahan yang dipublikasikan di ruang digital.

“Unggahan di media sosial itu tidak selalu bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai berakhir melanggar UU ITE hanya karena emosi sesaat atau informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

BACA JUGA :
Tingkatkan Sinergitas, Dandim 0822 Silaturahmi ke Kapolres Bondowoso

Arik juga mengingatkan jangan sampai ada pihak yang dirugikan akibat unggahan yang belum jelas kebenarannya. Karena itu, ia meminta pemilik akun atau pihak yang mengunggah persoalan pelayanan kesehatan tersebut segera memberikan klarifikasi terkait maksud dan tujuan dari postingan yang beredar di media sosial.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan dengan postingan tersebut. Sebaiknya pemosting segera klarifikasi apa maksud dan tujuannya terkait unggahannya di medsos,” tambahnya.

BACA JUGA :
Kodim 0822 dan Relawan Ijen Bondowoso Makan Bersama Nasi Bungkus

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kritik terhadap pelayanan publik tetap penting sebagai bentuk kontrol sosial, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab dan proporsional.

SMSI sendiri merupakan organisasi perusahaan media siber yang mendorong praktik jurnalistik profesional, akurat, dan berimbang dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.