Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pelatihan hilirisasi di Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Rembang memasuki hari ke-4. Jum’at(7/8/2026). Setelah beberapa hari pembekalan teori, peserta kini fokus pada pengembangan praktik di lapangan untuk menguatkan keterampilan dan kesiapan produk.
Di hari keempat ini peserta tidak lagi hanya di ruang kelas. Mereka langsung terjun mempraktikkan proses hilirisasi mulai dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal.
Tujuannya agar peserta mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang siap dipasarkan dan bersaing.
Kegiatan praktik ini dipandu oleh Septi dari Rama Shinta Cirebon. Kehadiran beliau membawa pengalaman nyata dalam mengembangkan UMKM dan produk hilirisasi yang sudah go nasional.
Septi memberikan bimbingan teknis secara langsung, mulai dari teknik produksi yang higienis, desain kemasan, hingga cara menghitung HPP agar produk memiliki nilai jual tinggi.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab dan uji coba praktik. Mereka mengaku banyak mendapat insight baru yang tidak didapat dari teori saja.
Kepala Desa Dresi Kulon Wihananto menyebut pelatihan ini sangat penting bagi desa. Menurutnya, selama ini banyak potensi desa yang dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonominya rendah.
“Hilirisasi ini jalan kita untuk menaikkan nilai jual produk desa. Kalau hanya jual mentah, ya harganya segitu-gitu saja,” ujarnya. Jum’at (7)8/2026)
Ia berharap setelah pelatihan, perangkat desa dan pelaku UMKM di Dresi Kulon bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.
Salah satu peserta, Amalia Nur Hayati dari Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, Rembang mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini.
“Saya sangat senang apalagi saya sebagai seorang wanita. Materinya mudah dipahami dan langsung praktik di lapangan,” ujarnya.
Menurut Amalia, ilmu hilirisasi ini sangat dibutuhkan perempuan desa agar bisa mandiri secara ekonomi dan membantu pendapatan keluarga.
Ia berharap melalui praktik lapangan ini akan lahir produk-produk unggulan baru. Baik di sektor pangan olahan, kerajinan, maupun produk berbasis rempah khas pesisir.
Pelatihan hilirisasi ini ditargetkan menjadi pemantik lahirnya wirausaha desa yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat di Kabupaten Rembang.
(putra)








