Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menjelang pelaksanaan akreditasi rumah sakit Daerah dr. Soebandi Jember menggelar doa bersama dan pemberian tali asih kepada warga sekitar rumah sakit, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dalam menyongsong proses penilaian akreditasi yang akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.
Plt. Wakil Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian sekaligus Kepala Bidang Keperawatan, Mustakim, S.Kep, Ners, MMKes, Sp.Kep MB mengatakan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses akreditasi rumah sakit.
Menurutnya, RSD dr Soebandi Jember selama ini telah mengantongi berbagai capaian akreditasi. Mulai dari akreditasi pelayanan dengan predikat Paripurna, akreditasi pendidikan Paripurna, hingga akreditasi sebagai lembaga pelatihan rumah sakit dengan predikat A dari Kementerian Kesehatan.
“Pada tahun 2026 ini kami kembali akan menjalani akreditasi. Penilaian secara daring dijadwalkan pada 11 Agustus 2026,” ujarnya.
Mustakin menjelaskan, seluruh dokumen administrasi telah dikirim kepada tim asesor dan saat ini telah memasuki tahap penilaian awal. Selanjutnya, asesor akan datang langsung ke RSD dr Soebandi pada 12 Agustus, kemudian melakukan penilaian lapangan selama 13-14 Agustus 2026.
Ia menegaskan, akreditasi bukan sekadar penilaian administrasi, melainkan upaya memastikan mutu pelayanan rumah sakit terus meningkat.
“Akreditasi harus melibatkan masyarakat, khususnya warga sekitar rumah sakit. Rumah sakit harus memberi manfaat bagi pasien, keluarga pasien, masyarakat sekitar, sekaligus memperhatikan hak dan kewajiban seluruh karyawan,” katanya.
Kata Mustakim, selain akreditasi, RSD dr Soebandi Jember juga akan menjalani penilaian Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, rumah sakit tersebut menjadi dua perangkat daerah yang lolos mengikuti tahapan penilaian.
“Penilaian ini untuk memastikan RSD dr Soebandi Jember benar-benar menjadi wilayah yang bebas korupsi serta mengedepankan mutu pelayanan kepada masyarakat sesuai harapan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam mewujudkan Jember Baru Jember Maju,” ungkapnya.
Di sisi pelayanan, Mustakin memastikan seluruh pasien mendapatkan perlakuan yang sama, termasuk peserta Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
“Tingginya jumlah pasien tidak mengurangi komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik. Sebagai rumah sakit rujukan regional, RSD dr Soebandi melayani pasien dari tujuh daerah di wilayah timur Jawa Timur, meliputi Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, serta kabupaten Situbondo,” Menurutnya.
Untuk meningkatkan kapasitas layanan, saat ini RSD dr Soebandi juga tengah membangun gedung pelayanan empat lantai agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara optimal.
“RSD dr Soebandi Jember juga mendukung penuh program Homecare yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendatangi pasien yang mengalami keterbatasan akses transportasi maupun kondisi kesehatan tertentu,” tambahnya.
Selain itu, RSD dr Soebandi Jember telah memiliki layanan Public Safety Center (PSC) yang terintegrasi untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, mulai dari kasus persalinan, ibu hamil, kecelakaan hingga kondisi medis darurat lainnya.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses akreditasi berjalan lancar. Penilaian ini bukan sekadar mencari nilai, tetapi menjadi koreksi agar kami terus meningkatkan mutu pelayanan dengan penuh cinta kepada masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSD dr Soebandi Jember, dr. Andre Kusuma, Sp.BS, Pertengahan Agustus kami akan melaksanakan akreditasi Paripurna RSD dr Soebandi Jember.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, agar pelaksanaannya berjalan lancar dan memperoleh hasil terbaik,” pungkasnya.














