Kesehatan

Puskesmas Pakusari Jember Rutin Kunjungi Pasien di Rumah, Lansia Benjolan Perut Dapat Pendampingan Medis

1992
×

Puskesmas Pakusari Jember Rutin Kunjungi Pasien di Rumah, Lansia Benjolan Perut Dapat Pendampingan Medis

Sebarkan artikel ini
Nidhi Lansia Desa Pakusari di Kunjungi oleh Puskesmas pakusari, Senin (13/7/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

​Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Puskesmas Pakusari, kecamatan pakusari terus berkomitmen untuk akses layanan kesehatan untuk semua masyarakat Jember. pihak puskesmas Pakusari proaktif mendatangi langsung rumah-rumah warga khususnya para Lansia, ibu hamil dan anak stunting untuk mendapatkan pemeriksaan layanan gratis, Senin (23/7/2026).

​Salah satu fokus penanganan terkini dilakukan terhadap seorang nenek Nidhi di wilayah di Dusun Gempal RT 02 RW 07 Desa Pakusari yang mengalami pembesaran pada bagian perut akibat benjolan.

Example 300x600

Diketahui, pasien sempat menjalani operasi usus buntu pada tahun 2020 lalu, namun dalam kurun waktu 2-3 tahun terakhir perutnya kian membesar hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

​Kepala Puskesmas Pakusari dr. Dian Alfiyatul Uliyah,M.M menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan kali ini merupakan peninjauan ketiga kalinya bagi pasien tersebut.

BACA JUGA :
Bupati Jember Resmikan Dapur MBG di Tempurejo: Penuhi Gizi Anak, Dorong Ekonomi Daerah

​”Rencana ke depan, karena memang yang mengganggu saat ini adalah benjolannya, kami akan mengajak nenek ini ke rumah sakit untuk periksa lebih lanjut demi menangani benjolan tersebut,” ujarnya.

​dr. Dian memaparkan, pihak puskesmas pakusari memastikan bahwa kondisi klinis pasien di luar benjolan tersebut terpantau baik. Meski memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi), nafsu makan, serta fungsi buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) pasien dilaporkan dalam batas normal.

”Keluhan pusing yang sebelumnya sering dirasakan pasien juga telah membaik, setelah mendapatkan penanganan obat rutin dari tim medis puskesmas Pakusari,” ujarnya.

Kami mempermudah masyarakat dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Saat ini, Puskesmas Pakusari secara rutin memantau sekitar 20 pasien lewat layanan langsung ke masyarakat, di mana beberapa di antaranya telah berhasil dirujuk ke rumah sakit guna penanganan spesifik.

BACA JUGA :
Camat Silo Jember Dicopot, Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan

​”Meski pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi biasanya masuk ke dalam program pengelolaan penyakit kronis (Probanis) yang berpusat di puskesmas, Puskesmas Pakusari memberikan pengecualian khusus berupa layanan kesehatan,” ungkapnya.

​Kalau Prolanis kan pasien biasanya dihadirkan ke Puskesmas. Namun, karena pasien ini memiliki keterbatasan mobilitas, maka kami yang melakukan kunjungan langsung ke rumahnya.

“Pemeriksaan berkala seperti cek tensi darah hingga cek gula darah tetap kami lakukan sepenuhnya di rumah pasien,” menurutnya.

Sementara itu, anggota keluarga pasien, Alma, mengungkapkan bahwa ibunya pertama kali didiagnosis menderita usus buntu dan menjalani operasi pada 2020. Namun setelah beberapa tahun, perut ibunya kembali membesar akibat benjolan yang terus berkembang.

BACA JUGA :
Anggota TPK Mengaku Digaji 100 Ribu Tiap Bulan, Begini Tanggapan DPRD Jember

“Awalnya dinyatakan usus buntu dan dioperasi pada tahun 2020. Lama-kelamaan perut ibu semakin besar,” kata Alma.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan Puskesmas Pakusari karena dinilai cepat dan rutin memantau kondisi ibunya. Pelayanan Puskesmas Pakusari sangat baik. Harapan kami ibu bisa sehat kembali. Dari puskesmas juga disarankan kontrol dan operasi lagi di rumah sakit.

“Kalau ibu bersedia dioperasi lagi, kami sebagai keluarga tentu mendukung. Selama ini semua keluhan ibu juga terus ditangani dengan baik oleh Puskesmas Pakusari,” pungkasnya.