JAKARTA, LENSANUSANTARA.CO.ID — Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas pemerintah pusat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jalan M.I. Ridwan Rais No. 5, Gambir, Jakarta Pusat. Bantuan diterima Kepala Badan Penghubung Provinsi Nusa Tenggara Timur, Florida Taty Setyawati, didampingi Ketua Panitia, Gregorius Upi Dheo, S.H., M.H.
Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap sejumlah wilayah di NTT. Pasca gempa utama, aktivitas gempa susulan juga masih tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan keprihatinan sekaligus solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana.
«“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Flores yang terdampak gempa. Kami berharap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit ini diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit kembali,” ujar Budi Santoso.»
Bantuan untuk Masyarakat Terdampak
Bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Setyawati, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat NTT.
«“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan masyarakat yang terdampak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas budi baik, perhatian, dan kepedulian Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang saat ini membutuhkan uluran tangan dan dukungan untuk melewati masa sulit pascabencana,” kata Taty.»
Sementara itu, Ketua Panitia Gregorius Upi Dheo, S.H., M.H., memastikan bantuan yang diterima akan dijaga sebagai amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
«“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Perdagangan atas kepedulian dan uluran tangan bagi saudara-saudara kami di Flores. Ini adalah sebuah kepercayaan sekaligus amanah besar bagi kami,” ujar Gregorius.»
Ia menegaskan, proses penyaluran bantuan akan mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran.
«“Kami berkomitmen bantuan ini akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Setiap rupiah yang dipercayakan harus mempunyai manfaat nyata bagi para korban. Prinsip kami jelas: bantuan harus cepat sampai, tepat sasaran, efektif, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.»
Solidaritas untuk Flores
Gregorius menilai bencana yang melanda Flores kembali menunjukkan kuatnya semangat solidaritas dan gotong royong masyarakat Indonesia.
«“Dalam keadaan seperti inilah kita kembali melihat bahwa Flores tidak sendiri. Dari Jakarta hingga berbagai penjuru Indonesia, tangan-tangan kemanusiaan terulur. Bantuan Rp250 juta ini bukan sekadar angka, tetapi pesan bahwa di tengah bencana, persaudaraan Indonesia tetap berdiri lebih kuat daripada duka,” ujarnya.»
Penyerahan bantuan yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut memberikan makna tersendiri. Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian dan gotong royong ketika sebagian masyarakat Indonesia menghadapi bencana.
Selanjutnya, bantuan dari Kementerian Perdagangan akan dikoordinasikan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak di Flores dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Dari Jakarta untuk Flores, solidaritas terus mengalir. Duka masyarakat Flores adalah duka Indonesia, dan kebangkitan Flores menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia.
-Susanto_








