Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 ternyata bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan tahunan bagi masyarakat. Di balik semarak ribuan peserta yang memadati jalur sepanjang 30 kilometer terdapat berkah ekonomi yang dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak pagi, ratusan pedagang terlihat berjejer di sekitar Alun-Alun Tanggul. Para pedagang juga memanfaatkan sejumlah titik di sepanjang jalur yang dilewati peserta, termasuk lokasi-lokasi yang menjadi tempat istirahat, Sabtu (5/9/2026).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember, Sartini menyampaikan ​fasilitas tenda gratis bagi pelaku UMKM didirikan di kawasan Alun-alun Tanggul yang menjadi titik awal (start) keberangkatan peserta Tajemtra 2026.
“Sejumlah tenda telah disiapkan di kawasan Alun-Alun Tanggul dan diperuntukkan bagi pelaku UMKM,” ucap Sartini.
Selain menyediakan lokasi berjualan, pihaknya juga telah menginformasikan event tersebut kepada pelaku UMKM yang berada di sepanjang jalur Tajemtra.
“Di sepanjang jalan kami juga sudah menyampaikan kepada UMKM-UMKM yang ada di jalur Tajemtra. Mulai dari Bangsalsari, Mangli, Rambipuji dan Kaliwates,” jelasnya.
​Sartini menjelaskan bahwa jumlah total pedagang yang berpartisipasi pada momen Tajemtra sangat sulit diprediksi secara pasti.
Ia mencontohkan, event berskala besar seperti Tajemtra maupun Jember Fashion Carnaval (JFC) selalu memicu munculnya pedagang hampir 2000 pedagang dadakan yang memanfaatkan membludaknya keramaian event.
“memastikan bahwa fasilitas tenda yang disediakan oleh dinas diberikan secara penuh tanpa dipungut biaya sewa gratis.,” ujarnya.
Sartini menilai event berskala besar memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat. Ia mengatakan omzet pedagang pada sebuah event sangat dipengaruhi oleh kondisi dan jumlah masyarakat yang hadir.
“Kalau tahun kemarin, mengacu tahun kemarin, enggak bisa untuk acuan. Contoh saja yang di JFC 2026 ini, omzet teman-teman jauh lebih besar dibanding 2025,” katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi tingkat kunjungan dan aktivitas pedagang. Ketika cuaca mendukung dan tidak terjadi hujan, masyarakat lebih leluasa menikmati event sehingga transaksi pedagang ikut meningkat.
“Sebagai gambaran, pada gelaran Konser Merah Putih, sekitar 460 pedagang berhasil mencatatkan total transaksi omzet hingga ratusan juta rupiah hanya dalam satu malam,” imbuhnya.
Ia berharap penyelenggaraan event-event berskala besar dan nasional dapat terus berlanjut secara konsisten
“Sehingga memberikan dampak positif (multiplier effect) terhadap peningkatan dampak ekonomi masyarakat Jember,” pungkasnya.














