Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) meresmikan Jembatan Lembung Lanjheng yang menghubungkan Dusun Rejeb, Desa Sukowiryo, dengan Dusun Leces 1, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Jumat (28/8/2026).
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat di dua wilayah. Keberadaannya diharapkan dapat memangkas jarak tempuh sekaligus memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Sebelumnya, masyarakat setempat telah memiliki jembatan yang dibangun sekitar empat tahun lalu melalui dana swadaya. Namun, jembatan tersebut ambruk setelah diterjang banjir besar pada Desember 2025.
Pembangunan kembali Jembatan Lembung Lanjheng terlaksana berkat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari donatur PSMTI, dengan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Vertical Rescue Indonesia.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita harus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui APBN, pihak swasta melalui Pak Jenderal Putranto, PSMTI, dan Pegadaian, kita mendapatkan bantuan jembatan gantung. Ini akan menambah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, kolaborasi bersama sama bisa membuat jember Baru Jember maju dan mendorong pemerataan pembangunan. Infrastruktur tidak hanya harus dibangun di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
“Dalam kesempatan tersebut, terdapat dua titik jembatan gantung yang diresmikan. Mudah mudahan lebih luas lagi untuk bersinergi lebih banyak lagi pembangunan di Jember,” paparanya.
Sementara itu, warga sekitar, Muhammad Ishak, menyampaikan terima kasih atas pembangunan kembali jembatan Lembung Lanjheng. Ia mengatakan, jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sukowiryo dengan Desa Sukojember.
“Awalnya jembatan ini dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Namun, pada Desember 2025 terkena banjir besar. Jembatan tidak mampu menahan derasnya air sehingga jembatan penghubung ambruk,” jelasnya.
Ishak menuturkan, sebelum jembatan dibangun kembali, warga Dusun Sukowiryo yang hendak menuju Dusun Leces harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer melalui jalur darat.
“Kalau lewat jembatan ini, kurang lebih 100 meter sudah sampai di Dusun Leces. Sebaliknya juga seperti itu,” ungkapnya.
Dengan adanya jembatan baru, warga kini memiliki akses yang jauh lebih mudah untuk beraktivitas. Selain memperpendek jarak, keberadaan jembatan juga diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Letnan Jenderal TNI (Purn.) A.M. Putranto selaku anggota Dewan Kehormatan PSMTI mengatakan, Jembatan Lembung Lanjheng merupakan jembatan keenam yang berhasil dibangun PSMTI bersama Vertical Rescue Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam membangun jembatan penghubung desa ke desa di mana pun daerah yang memerlukan. Kami sangat senang dapat membantu masyarakat,” ujarnya.
Putranto, lanjutnya, juga terbuka menerima arahan dari pemerintah daerah untuk mengidentifikasi titik-titik desa yang membutuhkan bantuan pembangunan infrastruktur.
“Di Kabupaten Jember pertama diresmikan dua jembatan. Program ini tidak yang terakhir. Kami pasti bersedia untuk terus mendukung. Kami sangat senang dapat membantu masyarakat,” tegasnya.














