Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Satgas Kecamatan Sumbersari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Sumbersari 04 Yayasan Jiwa Layang di Jalan Panjaitan Nomor 146, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (11/9/2026).
Sidak dilakukan setelah adanya aduan warga terkait kondisi air sumur yang disebut berubah menjadi keruh, berbau, dan diduga mengandung minyak tercemar dari SPPG Sumbersari 04.
Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kondisi air sumur tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Warga tersebut mengaku telah menguras sumurnya secara mandiri. Namun, setelah dikuras, kondisi air kembali berubah keruh dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Kami melihat pembuangan air limbah, pipanya satu tembok dengan tembok saya. Airnya lari ke belakang, tetapi di tembok masih becek. Seharusnya bersih,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat warga kesulitan menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi.
Ia mengatakan, untuk sementara keluarganya terpaksa membeli air galon untuk mandi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perwakilan Puskesmas Pakem, Ayu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap saluran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) SPPG.
“Kami tadi sudah mengecek saluran IPAL. Coba dicek lagi apakah saluran IPAL, mulai dari wastafel hingga kamar mandi, sudah mengalir ke IPAL-nya. “Kami sering mengingatkan agar IPAL, saluran air, betul-betul di perhatikan,” kata Ayu.
Camat Sumbersari Jember Deni Hadiatullah menyatakan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali memberikan teguran terhadap SPPG tersebut, terlebih saat beberapa waktu lalu melakukan supervisi, pihaknya juga sudah memberikan teguran.
“Dulu saat kami melakukan supervisi, banyak koreksi terhadap keberadaan SPPG tersebut, dan kami juga sudah memberikan catatan, agar diperbaiki, terutama pengolahan IPAL nya, ternyata sekarang masih menjadi masalah di lingkungannya,” kata Deni.
Kata dia, bahwa atas keluhan warganya ini, pihaknya akan memberikan teguran terakhir, dan jika masih diabaikan, maka akan dilaporkan ke Satgas MBG Kabupaten untuk penanganannya.
“Sudah teguran ke 4 kalinya, dulu sudah mau kami usulkan untuk di suspend, kalau teguran kali ini diabaikan, maka akan kami rekomendasikan ke pimpinan kami, untuk di suspend,” ujar Deni yang juga Ketua Satgas MBG
Sementara itu, Pengelola SPPG Sumbersari 04 Yayasan Jiwa Layang, Rifky Umar, mengatakan temuan itu harus melakukan pembuktian akan melakukan pengecekan.
“Kita akan clear dulu dapur kita. Tidak mungkin di pungkiri ini musim kemarau panjang, kalau melihat saluran air di SPPG kita semuanya sudah memakai paralon,” kata Rifki.
“Ketika ada laporan, kita akan evaluasi ke depan agar semuanya betul-betul rapi, bersih, dan tidak ada aduan lagi,” ujarnya.
Menurut Rifki, pihaknya akan kembali mengecek instalasi pengolahan air limbah (IPAL), termasuk saluran pembuangan yang berada di area yang diduga menimbulkan rembesan.
“Hari ini kami akan menyelesaikan IPAL ini. Kita akan cek ulang lagi pembuangan air di tempat yang aroma basah atau genanga air,” katanya.
Rifki menargetkan persoalan rembesan tersebut dapat dipastikan tidak kembali terjadi dalam waktu lima hari maksimal satu bulan.
“Kami akan pastikan kembali air itu tidak merembes kembali maksimal satu bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi saat ini merupakan musim kekeringan. Namun, apabila hasil pengecekan menunjukkan adanya rembesan air dari saluran SPPG menuju permukiman warga, pihaknya tidak menutup kemungkinan membuat saluran pembuangan baru.
“Nanti kalau memungkinkan merembes ke permukiman warga, maka tidak menutup kemungkinan akan membuat saluran baru,” jelasnya.
“Nantinya kami akan melakukan kompensasi, sumur warga akan dikuras dan dibersihkan. Kami akan selalu koordinasi dengan warga. Kalau sumur mereka terganggu, kami akan kontribusi berupa air bersih,” pungkasnya.














