Berita

Kekerasan Seksual pada Anak dan KDRT di Jepara Masih Mendominasi

203
×

Kekerasan Seksual pada Anak dan KDRT di Jepara Masih Mendominasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara
Kepala Dinas DP3AP2KB Muh. Ali dan Unit Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)-Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Jepara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kasus kekerasan seksual pada anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih mendominasi di Jepara. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, Muh. Ali saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD), di Julia Hotel, Selasa (24/9/2024).

BACA JUGA :
Mendikdasmen Umumkan Penggantian PPDB, Jepara Kumpulkan Kepala Sekolah, Simak di Sini

Menurut Muh. Ali, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, memang fokus penanganan kasus kekerasan seksual pada anak dan KDRT.

Example 300x600

“Kasus ini harus ditangani secara serius. Yang paling tinggi kasus kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual mencapai, sisanya kekerasan dalam rumah tangga dan Human trafficking,” kata Muh. Ali.

BACA JUGA :
Ketua Sementara DPRD Jepara Agus Sutisna, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Persiapan Pilkada 2024

Muh. Ali menuturkan segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak tentunya tidak dapat ditolerir. Tetapi masih sering terjadi, kebanyakan orang terdekat bahkan keluarga sendiri.

Terhadap para korban, Dinas DP3AP2KB melalui Unit Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), terus melakukan pendampingan hingga kasus dinyatakan incraht di Pengadilan.

BACA JUGA :
DLH Jepara Optimis Sampah di Kaliombo Akan Selesai dalam Waktu Dekat

“Jadi tidak akan seperti pemadam kebakaran setelah kejadian baru ada penanganan tetapi kita berupaya untuk melakukan pencegahan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, dihadiri perwakilan Perangkat Daerah, serta lembaga yang terlibat dalam penanganan Kasus Kekerasan seksual pada anak dan KDRT.