Ekonomi

Kota Batu dan Mojokerto Bersatu Kendalikan Inflasi

149
×

Kota Batu dan Mojokerto Bersatu Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Batu
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dan Pj Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro, menandatangani kesepakatan kerja sama di Hall Semeru Hotel Aston Inn, Kota Batu.

Kota Batu, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan inflasi, Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kota Mojokerto resmi menjalin kerja sama strategis. Langkah ini ditandai dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Hall Semeru Hotel Aston Inn, Kota Batu, Kamis (10/10). Acara bertajuk “Penguatan Kerja Sama Antar Daerah dalam Stabilitas Distribusi Bahan Pokok untuk Pengendalian Inflasi” ini menjadi babak baru bagi kedua kota dalam memperkuat jaringan distribusi bahan pokok.

Jalinan sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama, yang melibatkan dua kepala daerah: Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dan Pj Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro. Sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk jajaran Pemkot Batu dan Mojokerto, Kapolres Batu, serta perwakilan Kodim 0818 Malang-Batu.

Example 300x600

Kerja sama ini berfokus pada stabilisasi distribusi bahan pokok melalui pertukaran komoditas unggulan masing-masing kota. Kota Batu yang dikenal dengan surplus hasil pertaniannya, akan mendistribusikan tanaman pangan dan hias, sementara Kota Mojokerto, yang memiliki produksi unggulan telur dan beras, akan mendukung Kota Batu dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian.

BACA JUGA :
Pemerintah Kota Batu Salurkan Bantuan PKH Plus untuk 146 Warga Kecamatan Bumiaji

“Pemerintah Kota Batu dan Mojokerto bersepakat untuk memperkuat stabilitas harga melalui distribusi yang terencana dan terkoordinasi. Dengan adanya pertukaran komoditas ini, kami berharap inflasi dapat ditekan dan ketahanan pangan di kedua daerah semakin baik,” jelas Aries Agung Paewai.

Aries menambahkan bahwa kerja sama ini juga akan diiringi dengan subsidi jasa angkut, yang direncanakan terealisasi pada APBD 2024. “Kami sadar bahwa sektor pariwisata Batu membutuhkan pasokan bahan pokok yang stabil, terutama dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di akhir tahun. Maka, distribusi komoditas ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan bahan pokok,” ujar Aries.

Di sisi lain, Kota Mojokerto yang memiliki pencapaian luar biasa dalam bidang administrasi pemerintahan, menjadi inspirasi bagi Kota Batu. “Kota Mojokerto telah membuktikan keberhasilannya dengan menjadi juara umum LPPD. Kami akan mengadopsi praktik baik yang mereka lakukan untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik di Kota Batu,” tambah Aries.

BACA JUGA :
Jaga Angka Inflasi Tetap Stabil Menjelang Pilkada 2024, PJ Walikota Sampaikan Enam Fokus Utama Pemkot Malang

Pj Wali Kota Mojokerto, Mohammad Ali Kuncoro, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemkot Batu dalam menjalin kolaborasi ini. “Terima kasih kepada Pemkot Batu atas kerja sama yang luar biasa ini. Sinergi ini bukan hanya tentang distribusi bahan pokok, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengalaman dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kuncoro juga menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam pengendalian inflasi. “Pengendalian inflasi adalah bagian dari upaya kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Sinergi, inovasi, dan adaptasi adalah kunci keberhasilan kita,” ungkapnya.

Selain penandatanganan kerja sama, acara juga dimeriahkan oleh penampilan murid-murid SLB Eka Mandiri yang membawakan Tari Sesonderan dan sebuah lagu. Dalam sesi penghargaan, Pj Wali Kota Batu menganugerahkan Lencana dan Piagam Hakaryo Guno Mamayu Bawono emas kepada Pj. Wali Kota Mojokerto, yang kemudian membalas dengan pemberian Lencana dan Piagam Hasta Bratha Surya Majapahit kepada Aries Agung Paewai.

BACA JUGA :
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Polres Batu dan Bhayangkari Berbagi Takjil

Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada distribusi bahan pokok, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi komoditas dan peningkatan daya saing daerah. Aries menyebutkan bahwa Kota Batu akan memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat sektor pertanian dan pariwisata, dua sektor andalan yang menjadi motor ekonomi daerah.

“Batu memiliki keunggulan dalam hasil pertanian, sementara Mojokerto unggul dalam produksi pangan. Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi, sekaligus menjawab tantangan inflasi yang mungkin timbul di masa mendatang,” tutup Aries.

Kerja sama antara Kota Batu dan Kota Mojokerto ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Jawa Timur, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga, dan menekan laju inflasi melalui sinergi lintas daerah.