Advertorial

Dinas Pertanian Bondowoso Berikan Edukasi dan Sosialisasi Petani Soal Penanganan Panen dan Pascapanen

155
×

Dinas Pertanian Bondowoso Berikan Edukasi dan Sosialisasi Petani Soal Penanganan Panen dan Pascapanen

Sebarkan artikel ini
Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digulirkan pemerintah pusat benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digulirkan pemerintah pusat benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso memberikan edukasi untuk menangani panen dan pascapanen. Hal itu dilakukan agar hasil dan penanganannya lebih optimal.

Example 300x600

“Selain pada saat produksi atau masa tanam, penangan saat panen juga sangat penting,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono, Jumat (22/11/2024).

BACA JUGA :
Edi Firman Edukasi Hukum di Basecamp Lensa Nusantara

Sebab, kata dia, penanganan pada saat panen sangat penting untuk memaksimalkan hasil. Sehingga produksi yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

“Penanganan yang bagus tentu akan menambah volume hasil,” imbuhnya.

Selain itu, imbuh Hendri, penangan pascapanen juga sangat penting. Mulai dari bagaimana memproses hasil tembakau hingga menghasilkan produksi yang berkualitas.

BACA JUGA :
Momentum HPN 2022, AJIB Bagikan Ratusan Nasi Kotak di Seputar Bondowoso

“Karena kualitas pascapanen akan turut berpengaruh pada harga tembakau setelah dipasarkan atau dijual,” tandas Hendri Widotono.

Produksi pasca panen yang sudah siap untuk dipasarkan juga dibutuhkan terobosan. Yaitu mencari peluang pasar yang lebih bagus.

Untuk diketahui edukasi dan sosialisasi penaganan produksi saat panen dan pascapanen secara periodik dilakukan pada petani oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso.

BACA JUGA :
Harga Tembakau Murah, Petani di Bondowoso Siap-siap Gulung Tikar

Sosialisasi yang diberikan secara berkala pada para petani di kawasan yang merupakan sentra pertanian itu sumber anggarannya berasal DBHCHT.

Selain sosialisasi, edukasi juga diberikan oleh para petugas penyuluh lapangan (PPL) yang memang diterjunkan langsung untuk mengedukasi petani.