Berita

Jember Diakui Nasional dalam Penganugerahan KKS & STBM Award 2025

1608
×

Jember Diakui Nasional dalam Penganugerahan KKS & STBM Award 2025

Sebarkan artikel ini
Plt Kadinkes Menerima Penghargaan, Sabtu (29/11/2025).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun sistem sanitasi yang layak, inklusif, dan berkelanjutan mendapatkan pengakuan nasional. Pada acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Swasti Saba dan STBM Award Tahun 2025 yang digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Kesehatan Nasional di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kabupaten Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Jember menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Penghargaan diterima oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos. Tidak hanya itu, Jember juga berhasil meraih STBM Award Pratama dengan predikat Terbaik.

Example 300x600

“Alhamdulillah Jember meraih STBM Award 2025 kategori Terbaik Satu Pratama. Ini menunjukkan bahwa Jember dinilai berhasil melaksanakan lima pilar STBM, mulai dari stop buang air besar sembarangan hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga.” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Menkes RI memberi apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan dan mendorong daerah terus membangun kota sehat, “sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045.”

“Acara penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah provinsi, kabupaten, dan kota yang menunjukkan kinerja terbaik dalam peningkatan kesehatan lingkungan, penerapan sanitasi total berbasis masyarakat, serta pembangunan perilaku hidup bersih dan sehat secara menyeluruh,” imbuhnya.

BACA JUGA :
Geger Warga Desa Keting Jember Temukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas, Diduga Korban Pembunuhan

Sebagai salah satu wilayah strategis di Jawa Timur, Kabupaten Jember terus meneguhkan komitmen dalam mendukung target nasional maupun global di bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan.

“Jember mendorong percepatan implementasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang selaras dengan SDGs Tujuan 6, program eliminasi Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, target sanitasi RPJMN 2020–2024, serta Surat Edaran Bupati Jember mengenai pemenuhan akses air minum dan sanitasi,” ungkapnya.

Salah satu capaian besar yang membawa Jember meraih penghargaan nasional adalah keberhasilan mewujudkan 100 persen desa berstatus Open Defecation Free (ODF). Pencapaian ini tidak hadir tiba-tiba, melainkan melalui proses kolaboratif lintas sektor yang melibatkan Bappeda, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, pemerintah kecamatan, puskesmas, hingga pemerintah desa.

“Tenaga sanitarian bersama perangkat desa melakukan verifikasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap rumah tangga memiliki akses sanitasi yang memenuhi standar,” paparnya.

Dukungan berbagai program pembangunan, pemanfaatan Dana Desa, hingga kontribusi CSR dunia usaha mempercepat upaya memastikan seluruh keluarga, termasuk kelompok rentan dan masyarakat miskin, memiliki jamban yang layak.

“Hasilnya, pada tahun 2024 Jember berhasil meraih predikat 100 persen desa ODF, menjadikannya salah satu daerah dengan capaian Pilar 1 STBM paling progresif di Jawa Timur. Prestasi ini menjadi landasan kuat bagi Jember untuk memperluas keberhasilan ke pilar-pilar sanitasi lainnya. Meski Pilar 1 telah mencapai angka sempurna, Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan kualitas Pilar 2 hingga Pilar 5,” tambahnya.

BACA JUGA :
Heboh..!! Warga Jember Dibacok Orang Tidak Dikenal

Berdasarkan data terbaru, capaian cuci tangan pakai sabun mencapai 68,56 persen, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga 65,16 persen, pengelolaan sampah rumah tangga 41 persen, dan pengelolaan air limbah domestik 46 persen. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan, namun pemerintah tetap mendorong percepatan agar seluruh pilar STBM dapat terimplementasi secara menyeluruh di masyarakat.

“Pemerintah daerah menyesuaikan arah pembiayaan dengan rencana strategis sanitasi agar pelaksanaannya lebih terstruktur dan terukur. Pembiayaan sanitasi di Jember juga dioptimalkan melalui kerja sama dengan berbagai sumber pendanaan, seperti Dana Desa, Forum CSR, Baznas, hingga lembaga keuangan lokal. Keterlibatan lembaga seperti BMT-NU, PNM, dan BPR Jatim UMKM memberi akses pinjaman kepada masyarakat untuk membangun atau memperbaiki sarana sanitasi,” ungkapnya.

Pendekatan ini tidak hanya memperluas akses sanitasi, tetapi juga melahirkan wirausaha sanitasi lokal yang memperkuat ekosistem pembangunan sanitasi di tingkat desa. Pemberdayaan masyarakat menjadi pusat dari seluruh proses ini.

BACA JUGA :
Terpilih Aklamasi, Cak Salam Nakhodai PAN Jember 2 Periode

“Melalui pemicuan 5 pilar yang melibatkan tokoh masyarakat, natural leader, perguruan tinggi, hingga media lokal, masyarakat didorong untuk memahami pentingnya sanitasi bagi kesehatan keluarga. Edukasi dilakukan secara berkesinambungan agar nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat tertanam kuat dan tidak mudah luntur,” jelasnya.

Sejumlah kegiatan strategis juga telah dilaksanakan untuk memperkuat implementasi STBM, mulai dari advokasi lintas organisasi perangkat daerah, workshop percepatan Pilar 1 bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, pendampingan UNICEF dalam peningkatan kualitas sanitasi, pelatihan wirausaha sanitasi, pemicuan di berbagai desa, hingga peningkatan kapasitas sanitarian puskesmas.

“Dukungan lembaga keuangan dan CSR turut menjadi pilar pendukung penting. Program pembiayaan sanitasi yang melibatkan PNM, BMT-NU, dan BPR Jatim UMKM membantu 87 keluarga di berbagai kecamatan untuk membangun atau meningkatkan fasilitas sanitasi,” sebutnya.

CSR juga mendukung pembangunan sarana MCK bagi 50 keluarga di Kelurahan Bintoro, sementara Baznas memberikan bantuan stimulan jamban dan dukungan untuk program rumah tidak layak huni.

“Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan pijakan untuk memperkuat pembangunan sanitasi di masa mendatang. Dengan sinergi lintas sektor, komitmen pemerintah, dan partisipasi masyarakat, Jember optimis mewujudkan implementasi 5 Pilar STBM secara menyeluruh serta terus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” Pungkasnya.