Kuliner

CFD Lapangan Cindua Mato Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Batusangkar

1727
×

CFD Lapangan Cindua Mato Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Batusangkar

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di kawasan Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, tidak hanya menjadi ruang berolahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga berperan signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Batusangkar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di kawasan Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, tidak hanya menjadi ruang berolahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga berperan signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Setiap pelaksanaan CFD, ratusan pedagang kaki lima dari berbagai nagari di Kabupaten Tanah Datar turut meramaikan area tersebut dengan beragam kuliner tradisional hingga jajanan kekinian yang terjangkau bagi masyarakat.

Example 300x600


Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan bahwa pada pelaksanaan CFD terakhir tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan di kawasan Lapangan Cindua Mato.


“Sejak CFD menjadi agenda rutin, pergerakan ekonomi masyarakat terlihat cukup hidup. Pedagang yang hadir tidak hanya dari sekitar Batusangkar, tetapi juga berasal dari nagari lain,” ujarnya.

BACA JUGA :
Gubernur Sumbar Tinjau Bencana di Batipuh Selatan, Janjikan Dump Truk dan Percepatan Huntara


Ia juga mengimbau agar masyarakat dan pedagang mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pedagang diminta sudah berada di lokasi mulai pukul 05.30 WIB, mengingat penutupan akses jalan di sekitar kawasan CFD dilakukan pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.


Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Tanah Datar telah menyiapkan sejumlah kantong parkir, di antaranya di Gedung Nasional, sekitar Lapangan Gumarang, depan Kantor PMI, serta di samping Kantor Dinas Dukcapil.


Selain itu, pengaturan arus lalu lintas dilakukan melalui pengalihan kendaraan, yakni dari arah Sungayang dialihkan ke Parak Juar, dari arah Pagaruyung diarahkan ke Kampung Telang, serta dari arah Makam Pahlawan dialihkan ke SMP Negeri 2 dan Kampung Teleng.

BACA JUGA :
1.334 THL Tanah Datar Resmi Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu, Penantian Panjang Berbuah Kepastian


Manfaat CFD juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Yolan, penjual brownies asal Simpuruik, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Dari sekitar 400 picis brownies yang dibawanya, seluruhnya habis terjual dengan harga berkisar antara Rp2.500 hingga Rp7.000 per picis.


“Penjualan setiap CFD memang tidak menentu, kadang bisa mencapai 500 picis, kadang sekitar 400-an,” katanya.
Hal serupa disampaikan Nia, pedagang makanan viral asal Lima Kaum, yang menilai CFD memberikan peluang penjualan yang cukup menjanjikan. Sementara Ranti, penjual makanan stik asal Dobok, mengaku mampu menjual 70 hingga 100 bungkus dengan harga Rp10.000 per bungkus selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA :
Pemkab Tanah Datar Siapkan Huntara untuk 552 KK, TNI Ditargetkan Bangun dalam 9 Hari


Dalam kesehariannya, Ranti juga memasok produknya ke sejumlah minimarket di Batusangkar, bahkan hingga ke Payakumbuh, Padang Panjang, dan Solok.


Dari sisi pengunjung, Dipo atau yang akrab disapa Uno menilai pelaksanaan CFD memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.


“Banyak UMKM yang berjualan, mulai dari makanan tradisional hingga kuliner viral. Bahkan ada makanan yang jarang ditemui di pasar,” ungkapnya.


Ia berharap ke depan pelaksanaan CFD dapat lebih terstruktur, khususnya terkait sterilisasi kawasan dari kendaraan, kebersihan lingkungan, serta penataan pedagang agar kegiatan berlangsung lebih tertib dan nyaman bagi semua pihak.(Suherman)