Berita

Lima Kecamatan Diterjang Banjir Bandang, Pemkab Situbondo Dirikan Posko Kesehatan

1593
×

Lima Kecamatan Diterjang Banjir Bandang, Pemkab Situbondo Dirikan Posko Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir bandang. (BPBD Situbondo)

SITUBONDO, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Situbondo mendirikan ‘Posko Kesehatan’ untuk melayani warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Besuki, Situbondo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat pascabencana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan.

Example 300x600

“Kita kerahkan tenaga dari Puskesmas terdekat. Termasuk kita juga backup dari RSUD Besuki dan dari Dinas Kesehatan,”ujar Dwi saat mendatangi lokasi terdampak banjir di Desa Kalianget, Banyuglugur, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurut Dwi, pendirian posko kesehatan ini menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak banjir. Fokus utama adalah memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat di lokasi terdampak.

BACA JUGA :
Kabulog Bondowoso Terima Penghargaan dari Bupati Situbondo, Ini Alasannya

Adapun penentuan titik pendirian posko masih akan dikoordinasikan dengan camat setempat. “Nanti kita koordinasi dengan Pak Camat yang lebih tahu titik-titiknya. Menyesuaikan kondisi di lapangan, apakah itu berupa posko tetap atau mobil kesehatan yang standby di lokasi,” kata Dwi.

Ia menambahkan, target utama pendirian posko kesehatan adalah melayani seluruh penduduk terdampak agar dapat ditangani dengan sebaik-baiknya. Secara teknis, penanganan akan dilakukan di posko jika memungkinkan. Namun, apabila kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, maka akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

Sejauh ini, jenis keluhan kesehatan yang ditemukan pada warga terdampak banjir didominasi gangguan fisik ringan. “Rata-rata luka, seperti kena paku, atau demam karena semalaman kedinginan,” ujarnya.

BACA JUGA :
Pemkab Situbondo Alokasikan DBHCHT untuk Pengadaan Buku Pink KIA

Sementara itu, Samsuri, warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, yang menjadi salah satu warga yang merasakan langsung layanan posko kesehatan tersebut. Ia mengalami luka tusuk paku di bagian kaki saat berupaya menahan laju air banjir agar tidak masuk ke rumahnya.

“Semalam saat hujan deras itu saya tidak sadar menginjak paku karena kondisi gelap dan air cukup deras. Ternyata ada paku di kaki saya,” ucapnya.

Ia mengatakan, dirinya langsung ditangani oleh petugas kesehatan di posko yang dijaga tenaga medis dari puskesmas. Luka di kakinya dibersihkan dan mendapatkan perawatan tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

“Alhamdulillah, langsung ditangani di posko oleh petugas dari Puskesmas. Semuanya gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” sambung Samsuri.

BACA JUGA :
Ketua PILAR 08 Situbondo Angkat Bicara Terkait Akun yang Mencatut Namanya

Ia mengapresiasi kehadiran posko kesehatan yang dinilainya sangat membantu warga di tengah situasi darurat banjir. Menurut dia, layanan cepat dan gratis tersebut membuat warga terdampak merasa lebih tenang dan terbantu dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Pemkab Situbondo berharap keberadaan posko kesehatan ini dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan yang lebih serius serta membantu pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak banjir.

Sebelumnya, pada hari Rabu, 21 Januari sekitar pukul 15.30 WIB, banjir bandang melanda lima kecamatan di Kabupaten Situbondo, yakni Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Akibat bencana tersebut ribuan rumah warga di lima kecamatan itu terendam air. (*)