Berita

Banyak MBG Utuh di SMPN 1 Mandiraja Banjarnegara Dibuang ke Tempat Sampah, Berkah Buat Ternak

1687
×

Banyak MBG Utuh di SMPN 1 Mandiraja Banjarnegara Dibuang ke Tempat Sampah, Berkah Buat Ternak

Sebarkan artikel ini
Beberapa pegawai sedang membuka ompreng yang masih terikat tali rafia dan membuang isi MBG yang utuh ke tempat sampah, Kamis, 23/7/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Viral, penampakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Mandiraja, Banjarnegara dibuang ke tempat sampah. Dalam pengamatan wartawan, bukan hanya sisa, tapi juga banyak makanan yang masih utuh yang tidak di santap para anak ikut dibuang jadi satu ketempat sampah oleh beberapa karyawan sekolah dan petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Sisa menu yang terdiri dari nasi, ayam pedas, tempe, sayur dan sepotong buah naga dari SPPG 2 Mandiraja wetan tersebut, rencananya akan dimanfaatkan untuk dijadikan makanan ayam maupun bebek, hal itu diungkapkan salah satu pegawai.

Example 300x600

“Nanti buat makanan ayam, bebek dan mentok, hari ini banyak makanan yang utuh juga tidak dimakan anak-anak, ada juga yang hanya dimakan buah naganya, ayamnya saja,” ungkap salah satu pegawai yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan, sambil membuang makanan ke tempat sampah yang telah disediakan, Kamis, (23/7/2026).

BACA JUGA :
Kurangnya Lapangan Kerja di Banjarnegara, Kebutuhan Satu Perangkat Desa Direbutkan 46 Peserta

Ditanya terkait apakah pemandangan MBG di SMPN 1 Mandiraja yang terbuang cuma-cuma terjadi setiap hari, dirinya mengatakan,” tiap hari ya seperti ini, kadang ada yang dimakan juga, kadang hanya buahnya saja yang diambil, bahkan banyak juga yang tidak dimakan oleh siswa, makanya sisa makanannya diambil warga untuk makanan ternak seperti ini,” jelasnya.

Menurut salah satu guru, banyaknya sisa makanan MBG yang tidak dimakan, banyak anak-anak kelas 7 dan 8 sudah pulang, sehingga hanya kelas 9 yang masih ada di sekolahan karena ada kegiatan Tata Kelola Sekolah Berintegritas (TKBSI).

“Hari ini memang banyak siswa yang sudah pulang, karena ada kegiatan Tata Kelola Sekolah Berintegritas, mungkin itu salah satunya makanan banyak yang tidak dimakan, sehingga banyak makanan yang tersisa, namanya anak kan kadang tidak suka dengan menunya, ada yang dimakan buahnya saja, kadang tempenya saja,” jelas salah satu guru.

BACA JUGA :
Jalan Penghubung Punggelan-Pandanarum di Banjarnegara Rusak Parah, PUPR Minta Masyarakat Bersabar

Sementara menurut Sekcam Mandiraja Teguh Winarso yang juga masuk dalam tim Satgas tingkat Kecamatan saat ditemui di kantornya menyayangkan terkait banyaknya makanan yang masih utuh di buang ke tempat sampah untuk makanan ternak.

“Kecuali sisa untuk makanan ternak tidak Maslaah daripada dibuang, tapi kalau makanan masih utuh dibuang ke tempat sampah dan akhirnya untuk makan ternak itu sangat disayangkan sekali, mubazir akhirnya, sudah sering kali saya juga menghimbau kepada semua Kepala SPPG di Kecamatan Mandiraja, agar dalam menjalankannya harus hati-hati dalam menyajikan makanan, karena ini menyangkut nyawa anak,” jelas Sekcam

Masih menurut Sekcam,” Tadi sudah saya telfon Kepala Sekolahnya juga, terkait kronologi MBG pada di buang ke tempat sampah, dan menceritakan semuanya, dan kalau bisa ada respon atau kepekaan dari pihak sppg terkait menu yg tidak disukai anak sekolah, misalnya membuka ruang konsultasi terkait request atau permintaan jenis menu makanan biar anak sekolah mau memakannya, jadi tidak banyak yang dibuang sampah seperti itu,” tambah Sekcam Mandiraja

BACA JUGA :
Pendaftaran Bacaleg DPRD Partai Gerindra di Banjarnegara Diwarnai Isu Jual Beli Nomor Urut, Berikut Faktanya

Penerima MBG di SMPN 1 Mandiraja, kurang lebih sekitar 800 anak, jika makanan utuh banyak yang terbuang sia-sia, berapa kerugian negara jika ditotal dengan anggaran yang dikeluarkan setiap porsinya, padahal itu baru satu sekolahan, kalau se Indonesia ada ribuan SPPG melakukan hal yang sama seperti itu, berapa triliun uang yang terbuang untuk program yang hingga sekarang masih banyaknya permasalahan tersebut. (Gunawan)