Polri

Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Sasaran Utama

1864
×

Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Sasaran Utama

Sebarkan artikel ini
Kasatlantas Polres Jember AKP B. Bagas S, Senin (1/2/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – LENSANUSANTARA.CO.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember menggelar upacara Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mapolres Jember, Senin (1/2/2026). Operasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Jember.

Kasatlantas Polres Jember AKP B. Bagas S., S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S. mengatakan, apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Example 300x600

“Dalam operasi ini, kami mengedepankan tindakan preventif dan preemtif, namun tetap disertai penegakan hukum secara proporse persentase yang kecil,” ujar AKP Bernardus.

BACA JUGA :
Jember Sabet Penghargaan Forikan Jatim Award 2025 Peringatan Harkanas di Surabaya

Penegakan hukum dilakukan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta tilang manual. Namun demikian, pelaksanaannya dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan daerah-daerah yang belum terjangkau ETLE.

BACA JUGA :
Dirut RSUD Balung Jember Takziah Kerumah Almarhum Tonaji

“Sasaran operasi meliputi kendaraan roda dua dan roda empat, dengan fokus utama pada pengendara roda dua. Pelanggaran yang menjadi prioritas antara banyak pengendara tidak menggunakan helm, melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang, serta mengemudi dalam pengaruh alkohol,” Menurutnya.

Selain penindakan beberapa point di lihat, di Satlantas Polres Jember juga gencar melalui pembagian brosur dan flyer, serta penyebaran informasi melalui media sosial Satlantas dan Humas Polres Jember.

BACA JUGA :
Launching Gerobak Mlijo Cinta, Gus Fawait: Komitmen Pemkab Jember Berpihak pada PKL dan UMKM

AKP Bernardus menambahkan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jember masih tergolong tinggi meski dibandingkan tahun sebelumnya telah mengalami penurunan.

“Berdasarkan operasi-operasi sebelumnya, pelanggaran utama tidak menggunakan helm, tidak memasang tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) (Red plat nomor) dan masyarakat menggunakan knalpot brong,” pungkasnya.