Kesehatan

Program Homecare Dapat Dukungan FK Unej, Potensi Jadi Percontohan Layanan Kesehatan di Indonesia

1694
×

Program Homecare Dapat Dukungan FK Unej, Potensi Jadi Percontohan Layanan Kesehatan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Layanan Homecare Puskesmas Pakusari Periksa Lansia, Sabtu (18/7/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Program Homecare yang menjadi salah satu layanan kesehatan unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendapat dukungan penuh dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej).

Program yang akan segera dilaunching ini dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Sabtu (18/7/2026).

Example 300x600

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp. LBL (K), menjelaskan bahwa Homecare merupakan layanan kesehatan yang diberikan secara langsung di rumah warga oleh tenaga kesehatan.

“Home Care yang akan dilaunching Pemerintah Kabupaten Jember merupakan salah satu program unggulan yang menjadi inovasi dan kolaborasi dari program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ujarnya.

BACA JUGA :
BPBD Jember Bersihkan Pohon Tumbang dan Salurkan Bantuan Pasca Angin Kencang di Dua Kecamatan

Menurut dr. Ulfa, masyarakat nantinya tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, gula darah, kolesterol, dan asam urat.

“Program ini juga menghadirkan layanan konsultasi kesehatan gratis, melalui fasilitas telemedicine yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi terkait kondisi kesehatannya,” ucapnya.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan maupun penyakit kronis yang selama ini diderita. Tenaga kesehatan yang melakukan pendampingan juga akan membantu menentukan apakah pasien memerlukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Program Homecare diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan, baik karena faktor geografis, sosial ekonomi, maupun kondisi kesehatan tertentu,” imbuhnya.

BACA JUGA :
KONI Jember Apresiasi Undangan DPRD Jatim Hermin, Bukti Peduli Dunia Olahraga

Kata dr. Ulfa, kelompok prioritas penerima layanan Homecare meliputi lansia tunggal yang tidak memiliki keluarga atau terlantar, anak yang mengalami stunting termasuk yang memiliki kelainan bawaan atau penyakit penyerta, ibu hamil dengan risiko tinggi, serta masyarakat yang menderita penyakit kronis dan membutuhkan pengobatan rutin.

“Harapannya program ini dapat membantu mengurangi angka komplikasi serta kematian ibu dan anak di Kabupaten Jember,” katanya.

Selain memberikan layanan kesehatan, seluruh data hasil pemeriksaan dan pendampingan masyarakat akan diintegrasikan dengan rekam medis elektronik di puskesmas yang berada di wilayah tempat tinggal penerima layanan.

Lebih lanjut, Integrasi data diharapkan mampu memudahkan pemerintah dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat.

BACA JUGA :
Kepedulian Presiden Prabowo, Tukang Becak Lansia Jember Dapat Bantuan Becak Listrik

“Dengan data yang lengkap pemerintah daerah akan lebih mudah menyusun program promotif dan preventif di bidang kesehatan, yang saat ini turut didukung oleh BPJS Kesehatan guna menekan angka kejadian berbagai penyakit di masyarakat,” paparnya.

dr. Ulfa menambahkan, Homecare menjadi salah satu langkah strategis Kabupaten Jember, dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih merata dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Kami berharap program Homecare ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat, ke depan bisa menjadi salah satu program unggulan yang dapat menjadi contoh bagi Provinsi Jawa Timur maupun Indonesia,” pungkasnya.