Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Blitar tidak sekadar memaparkan capaian fisik dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga menegaskan arah transformasi sumber daya manusia dan digitalisasi sebagai fondasi pembangunan jangka menengah hingga 2027. Kegiatan refleksi digelar di Pendopo Sasana Adi Praja, Jumat (20/2/2026).
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyampaikan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan bersama Rijanto difokuskan pada peletakan dasar pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
Beky menilai, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari perbaikan fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas manusia dan konektivitas antarwilayah.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan bukan hanya terlihat di jalan yang mulus, tetapi juga terasa dalam kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan akses digital masyarakat,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, pembenahan jalan menjadi prioritas sejak awal masa jabatan. Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah, dengan target pemerataan hingga wilayah pinggiran.
Namun demikian, sorotan utama dalam refleksi kali ini adalah penguatan SDM. Program 1 Desa 1 Sarjana terus digulirkan sebagai strategi jangka panjang mencetak generasi terdidik di setiap desa. Program ini diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan pendidikan dan membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
Selain itu, pada aspek digitalisasi, Pemkab Blitar telah menghadirkan 351 titik akses internet yang tersebar di berbagai wilayah. Akses tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, mempercepat pelayanan publik, hingga mendorong tumbuhnya pelaku usaha berbasis digital di desa.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin desa-desa di Kabupaten Blitar terkoneksi dan memiliki peluang yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah memastikan layanan dasar tetap menjadi prioritas. Sementara di sektor olahraga, perhatian diarahkan pada pembinaan atlet, khususnya cabang Muay Thai. Rencana mendatangkan pelatih dari Thailand menjadi bagian dari strategi peningkatan prestasi agar atlet Blitar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Seluruh kebijakan tersebut dirancang dalam kerangka pembangunan jangka menengah daerah hingga 2027. Pemerintah daerah menargetkan terwujudnya Kabupaten Blitar yang maju, merata, dan kompetitif, dengan pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota, tetapi menjangkau seluruh kecamatan.
Beky pun mengajak masyarakat untuk terus mengawal dan mendukung agenda pembangunan tersebut.
“Kami sadar masih ada pekerjaan rumah. Dukungan masyarakat menjadi energi bagi kami untuk menuntaskan program-program prioritas secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.(arif/ADV)














