Berita

Viral Menu MBG Tidak Layak, DPRD Magetan Tinjau Langsung ke Sekolah

1592
×

Viral Menu MBG Tidak Layak, DPRD Magetan Tinjau Langsung ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Magetan, Putut Pujiono, Sedang melakukan peninjauan Menu MBG di Sekolah

Magetan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menanggapi keresahan wali murid yang viral di media sosial terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, Wakil Ketua II DPRD Magetan, Putut Pujiono, melakukan peninjauan langsung ke beberapa sekolah. Kamis (26/02/2026).

Dua lokasi yang menjadi sasaran utama dari kunjungan dadakan ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Nurul Amal Parang dan SMPN 2 Ngariboyo Magetan.

Example 300x600

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jatah makanan yang diterima siswa tetap memenuhi standar gizi dan layak konsumsi, meskipun sedang dalam suasana bulan Ramadhan.

BACA JUGA :
Double Podium, Arsenio dan CRF250R Melesat Kencang di Kejurnas Motocross Magelang

Dalam peninjauan langsung tersebut, Putut menyampaikan instruksi tegas bagi para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan. Mulai saat ini, setiap SPPG diwajibkan untuk memposting menu MBG setiap hari melalui platform media sosial atau kanal informasi sekolah.

“Langkah ini penting sebagai bentuk kontrol sosial. Jika masyarakat melihat tampilan makanan tidak sesuai dengan budget cluster 8 ribu atau 10 ribu, silakan dikritisi. SPPG harus lebih disiplin dan akuntabel,” tegasnya.

Putut menjelaskan bahwa berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku, anggaran MBG di bagi menjadi dua cluster penerima yaitu untuk Cluster I TK sampai Kelas 3 SD Rp8.000 dan Cluster II Kelas 4 SD sampai SMA Rp10.000

BACA JUGA :
Wali Kota Batu Ikuti Retret Kepala Daerah di Akademi Militer Magelang

Dia juga meminta masyarakat dan wali murid memahami bahwa budget yang berlaku sesuai Juknis adalah dua skema tersebut.

“Angka Rp15.000 yang beredar luas itu tidak benar. Dengan budget 8 ribu dan 10 ribu ini, kami menuntut SPPG untuk tetap memberikan kualitas terbaik tanpa mengurangi standar gizi yang sudah ditetapkan,” tegas Putut.

BACA JUGA :
SMAN 1 Kawedanan Tegaskan Tak Ada Pungli, Isu Iuran HUT Rp 400 Ribu Hoaks

Terkait fungsi pengawasan, Putut memberikan instruksi keras kepada Satgas MBG Kabupaten Magetan. Ia berharap Satgas berjalan dan bekerja dengan baik untuk melakukan pengawasan setiap hari demi memastikan program ini berjalan sesuai prosedur.

“Satgas harus pro-aktif, baik dalam pengawasan maupun pendampingan, agar tidak terjadi kecurangan atau kesalahan prosedur dari pihak SPPG,” lanjutnya.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan mengumpulkan semua Satgas dan pihak SPPG untuk duduk bareng berkoordinasi. Kita pastikan program ini bersih dan tepat sasaran,” pungkasnya.