Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menggelar kegiatan halalbihalal yang dihadiri ratusan pengurus NU, Ansor, dan Fatayat di Pondok Pesantren IBU, Kecamatan Pakusari, Minggu (19/4/2026).
Ketua PCNU Jember, Saiful Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PWNU Jawa Timur KH. Hakim Mahfud serta perwakilan PBNU, Gus Awis. Selain itu, hadir pula jajaran Rois Syuriah, pengurus ranting hingga MWC se-Cabang Jember, dengan total peserta diperkirakan mencapai 500 orang.
“Tujuannya halal bihalal untuk menumbuhkan hikmah bahwa NU tidak dibatasi dan tidak terbatas. Karena itu, berbagai komponen kami undang agar silaturahmi tetap terjalin,” ujar Saiful.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kondisi kepengurusan PCNU Jember yang secara formal telah habis masa jabatannya sejak April 2025. Namun, pihaknya telah melaporkan situasi tersebut kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Terkait konfercab, semuanya bergantung pada PBNU. Kami tidak bisa melaksanakan sendiri tanpa persetujuan,” katanya.
Saiful menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya komunikasi, termasuk melalui sekretaris jenderal PBNU, agar izin pelaksanaan konferensi cabang (konfercab) segera turun.
“Selama belum ada SK, kegiatan tetap berjalan, tetapi secara legalitas kami menunggu keputusan dari PBNU,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026. Dalam dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU, nama KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin mendapatkan perhatian juga muncul aspirasi dukungan dari pengurus bawah terhadap Gus Kikin pada muktamar NU 2026.
Menurut Saiful, dukungan itu bukan berasal dari warganet, melainkan murni suara dari struktur organisasi di tingkat ranting hingga cabang.
“Ini suara bawah, betul-betul suara NU, bukan suara netizen. Kami mencari yang terbaik untuk organisasi,” tegasnya.
Ia menilai sosok Gus Kikin memiliki kapasitas kepemimpinan yang terbukti, salah satunya saat menjabat Ketua PWNU Jawa Timur dan mampu meredam dinamika internal NU.
Sementara itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz akrab di sapa Gus Kikin yang hadir dalam acara tersebut menegaskan dirinya tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai ketua umum PBNU.
“Terkait keinginan di tingkat bawah, monggo saja. Saya pribadi tidak ada keinginan maju,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui dinamika dalam organisasi sebesar NU merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perbedaan pandangan akan selalu ada, namun pada akhirnya akan menemukan titik temu.
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan di PCNU Jember, khususnya terkait pelaksanaan konfercab.
“Kalau belum konfercab, PCNU Jember tidak memiliki suara dalam muktamar. Kami akan mencari solusi terbaik dan mendorong agar segera ada penyelesaian,” kata dia.
Gus Kikin menambahkan, dukungan terhadap dirinya sebagai kandidat muktamar disebutnya datang dari berbagai daerah, meski ia mengaku tidak menghitung secara rinci.
“Yang terbuka menyatakan siap mendukung salah satunya dari PCNU Jember,” ujarnya.














