Daerah

Waspadai Kekeringan Ekstrem, BPBD Jember Siapkan Langkah Darurat Hadapi Musim Kemarau

1129
×

Waspadai Kekeringan Ekstrem, BPBD Jember Siapkan Langkah Darurat Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Tampak di Tengah Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Minggu (26/4/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Kantor BPBD, Minggu (26/4/2026).

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” tersebut, dilakukan penyalaan alat peringatan dini secara serentak pada pukul 10.00 WIB. Bunyi kentongan, sirene, lonceng, hingga Early Warning System (EWS) menandai dimulainya latihan kesiapsiagaan.

Example 300x600

Simulasi ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi saat terjadi bencana.

BACA JUGA :
DispendukCapil Jember Hadir di Program Bunga Desaku Kecamatan Silo Layani 315 Pemohon

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, mengatakan, pelaksanaan HKB 2026 merupakan instruksi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipusatkan di Provinsi Aceh dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Pada pukul 10.00 WIB dilakukan pembunyian sirene, lonceng, dan kentongan sebagai tanda kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana,” ujarnya.

Edy menambahkan, BPBD Jember bersama organisasi perangkat daerah (OPD), forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana, khususnya memasuki musim kemarau.

Menurut dia, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi mulai akhir April hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana kekeringan.

BACA JUGA :
Bupati Jember Hendy Siswanto Pimpin Langsung Giat Gerpas Tebang Ratusan Pohon

“Status siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan. Kami mengantisipasi karena durasinya cukup panjang dan berpotensi ekstrem,” kata Edy.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD bersama instansi terkait seperti Perhutani, BKSDA, dan Dinas Kehutanan Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perbatasan hutan, diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk percepatan distribusi bantuan air bersih jika terjadi kekeringan.

BACA JUGA :
Halal Bihalal PGRI Jatim di Jember Diwarnai Demo, Ketum PB PGRI Unifa Rosyidi Enggan Berikan Keterangan

“Camat, kepala desa dan lurah diminta segera melaporkan jika terjadi kekeringan agar bisa dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan air bersih,” ujarnya.

BPBD Jember juga mengantisipasi potensi ancaman tsunami di wilayah pesisir selatan, seperti Kecamatan Kencong, Gumukmas, Ambulu, hingga Tempurejo. Berbagai simulasi telah dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat.

“Sejumlah wilayah yang teridentifikasi rawan terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Tempurejo, Kalisat, Sumbersari, hingga Wuluhan,” paparanya.