Peristiwa

Pria Hilang di Sungai Garahan Jember Belum Ditemukan, Pencarian Masuk Hari Keempat

1125
×

Pria Hilang di Sungai Garahan Jember Belum Ditemukan, Pencarian Masuk Hari Keempat

Sebarkan artikel ini
Pencairan korban Hilang, Rabu (29/4/2026).(Foto, BPBD/ Lensa Nusantara

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Tim gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang pria bernama Buyang (44), warga yang dilaporkan hilang di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Selasa (28/4/2026).

Sejumlah unsur terlibat dalam pencarian tersebut, di antaranya BPBD Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan Jember, PMI Jember, Polsek Silo, Koramil Silo, Pemerintah Desa Garahan, serta sejumlah komunitas relawan.

Example 300x600

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, mengatakan bahwa hingga hari ketiga pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Operasi dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (29/4/2026) pagi.

BACA JUGA :
Toilet Alun-alun Jember Rusak dan Tumpukan Pampers, DPRKPCK Gerak Cepat Tangani Keluhan Pengunjung

“Korban diketahui merupakan warga asal Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, yang saat ini tinggal di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember,” katanya.

Berdasarkan informasi keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Petugas menduga penyakit tersebut bisa kambuh saat korban mandi di sungai.

BACA JUGA :
DKPP Jember Gelar Pangan Murah Kecamatan Jenggawah Dapatkan Harga Lebih Terjangkau

“Di lokasi kejadian, tim menemukan sejumlah barang milik korban di tepi sungai, antara lain ember berisi perlengkapan mandi, pakaian, handuk, tas selempang, dan telepon genggam,” tambahnya.

Peristiwa bermula pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB saat korban pergi mandi ke sungai di belakang Depot Garahan Asri. Namun hingga pukul 16.00 WIB, korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian awal.

BACA JUGA :
PWM Jatim Penetapan Sony Bakhtiar Sesuai Prosedur Sah Pimpin SMA Muhammadiyah 3 Jember

“Dalam operasi hari ketiga, tim gabungan dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Dua tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari wilayah Kantor Desa Sempolan menuju Dam Sumber Kejayan, satu tim menyisir dari Dam Sumber Kejayan hingga Dam Mayang, sedangkan tim lainnya melakukan pemantauan darat di sepanjang aliran sungai,” ujarnya.