Advertorial

Dari Banyuwangi untuk Indonesia: Gerakan Besar Tekan Kematian Ibu dan Anak Resmi Dideklarasikan

1582
×

Dari Banyuwangi untuk Indonesia: Gerakan Besar Tekan Kematian Ibu dan Anak Resmi Dideklarasikan

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang digelar di Banyuwangi, Minggu (3/5/2026).

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Komitmen menurunkan angka kematian ibu dan anak kembali diperkuat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mendeklarasikan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Banyuwangi, Minggu (3/5/2026). Deklarasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan ibu dan anak.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ratna Susianawati, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta perwakilan Gubernur Jawa Timur, Imam Hidayat. Hadir pula tokoh agama dan pemangku kebijakan lainnya.

Example 300x600

Ratna menegaskan bahwa upaya menekan angka kematian ibu tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

BACA JUGA :
M. Yunus Wahyudi: 300 Kaum Duafa Terima Sembako dari "KPJ" Banyuwangi

“Penurunan AKI harus dilakukan secara kolaboratif. Ini bukan hanya program satu kementerian, tetapi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan target nasional dalam lima tahun ke depan, yakni menurunkan AKI dari 189 menjadi 122 per 100 ribu kelahiran hidup. Menurutnya, langkah yang dimulai dari Banyuwangi ini diharapkan bisa menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA :
Polsek Kota Gelar Ratusan Takjil Bersama Eksekutif Banyuwangi

“Ini target yang tidak mudah, tetapi kami optimistis gerakan yang dimulai di Banyuwangi bisa menjadi inspirasi nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Banyuwangi yang menjadi titik awal deklarasi. Ia menilai momentum ini penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

“Keselamatan ibu adalah prioritas utama. Upaya ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga keluarga dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kematian ibu melalui berbagai langkah konkret. Mulai dari pemerataan akses layanan kesehatan hingga pelibatan kader, tokoh agama, dan masyarakat dalam memberikan edukasi kepada calon ibu dan ibu hamil.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Jelaskan Teknis Pengamanan VVIP Presiden RI

“Kami terus berupaya menekan kasus AKI dengan pendekatan kolaboratif dan melibatkan banyak pihak,” kata Ipuk.

Deklarasi ini menjadi simbol kuat bahwa upaya menjaga keselamatan ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia dapat terus ditekan secara signifikan.(Munawar)