Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi alat dan mesin pertanian sebagai strategi meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Bupati Jember Gus Fawait, menyatakan bahwa peningkatan produksi pangan di Kabupaten Jember tidak dapat hanya mengandalkan perluasan lahan pertanian. Di tengah keterbatasan lahan khususnya di Pulau Jawa, pemerintah memilih strategi meningkatkan luas panen melalui program optimalisasi lahan.
“Kalau kita ingin meningkatkan luas lahan di Pulau Jawa agak susah karena memang terbatas. Tetapi yang bisa kita lakukan meningkatkan luas panen. Salah satu tools-nya adalah optimalisasi lahan,” ujar Gus Fawait, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 hingga 2026 program Oplah di Kabupaten Jember telah menjangkau hampir 12.000 hektare lahan pertanian. Sementara pada 2026, program tersebut kembali dilaksanakan di area seluas 7.070 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
“Program Oplah dinilai mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan. Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun dapat meningkat menjadi dua kali tanam, sementara lahan yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam,” ungkapnya.
Selain Oplah, pemerintah juga terus memperkuat dukungan sarana pengairan melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom). Pada tahun 2026, sebanyak 100 unit Irpom akan disalurkan untuk membantu penyediaan air pada lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
“Keberadaan Irpom menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian,” katanya.
Menurut Gus Fawait, program tersebut juga diperkuat melalui pemeliharaan ratusan jaringan irigasi dan rehabilitasi sejumlah titik irigasi guna memastikan ketersediaan air bagi petani tetap terjaga.
“Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong modernisasi sektor pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan meliputi traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, drone pertanian, power thresher, dryer mobile, hingga berbagai sarana pendukung lainnya,” tandasnya.














