Pemerintahan

Bunga Desaku di Pakusari, Gus Fawait Gandeng PKL dan Mlijo Sosialisasikan Program Pemkab Jember

1842
×

Bunga Desaku di Pakusari, Gus Fawait Gandeng PKL dan Mlijo Sosialisasikan Program Pemkab Jember

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Gus Fawait Menyapa para UMKM dan Mlijo di Desa Pakusari, Senin (20/7/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggelar program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di berbagai titik yang tersebar di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana bagi Bupati Jember Muhammad Fawait untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan berbagai program prioritas pemerintah daerah.

Example 300x600

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan Dengan Bunga Desaku, kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA :
Upacara Hari Jadi ke-80 Jatim, Sekdakab Jember: Sinergi Menuju Gerbang Baru Nusantara

“Masih banyak masyarakat, terutama yang berada di wilayah pinggiran, yang belum mengetahui berbagai program prioritas Pemkab Jember,” menurutnya.

Karena itu, kata Gus Fawait, bahwa pemerintah menggandeng pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, hingga pedagang keliling (mlicjo) untuk ikut menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

“Walaupun sudah dibantu media massa, media online, dan media sosial, masih ada kelompok masyarakat yang belum mengetahui program pemerintah. Karena itu kami menggandeng para PKL, UMKM, khususnya mlicjo, agar ikut menyosialisasikan program-program Pemkab Jember,” katanya.

BACA JUGA :
Mantan Bupati Jember dr. Faida Serahkan Formulir Bacabup Pendaftaran ke DPC PDIP

Gus Fawait juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekonomi sektor informal. Salah satunya melalui bantuan gerobak usaha bagi PKL dan pedagang keliling.

“Ia mengaku senang karena para penerima manfaat menyatakan bantuan tersebut sangat membantu. Menurutnya, selama ini para pedagang keliling belum banyak tersentuh program pemerintah daerah,” tegasnya.

Menanggapi adanya informasi bantuan gerobak yang dijual kembali melalui marketplace, Gus Fawait menyebut hal itu hanya merupakan sebagian kecil kasus.

BACA JUGA :
Konflik Lembaga SDN Kepatihan 2 Jember KS dan Guru Tidak Harmonis, Wali Murid Diancam!! Ada Apa…?

“Ia mengingatkan, agar bantuan pemerintah dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan,” uangkapnya.

Selain itu, Pemkab Jember tengah menyiapkan investasi besar senilai sekitar Rp1,5 hingga Rp2 triliun di Kecamatan Pakusari yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

“Namun sebelum itu, diperlukan solusi bersama dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik,” paparanya.