Pendidikan

Kesan Instruktur Nasional Literasi Memandu Talkshow Literasi bersama Komisi IV DPRD Bondowoso

0
×

Kesan Instruktur Nasional Literasi Memandu Talkshow Literasi bersama Komisi IV DPRD Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Mohammad Hairul saat menjadi moderator Talkshow Literasi bersama Komisi IV DPRD Bondowoso.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kemeriahan Pameran dan Festival Literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bondowoso mencapai puncaknya pada hari keempat berupa gelaran talkshow bertajuk “Membaca Buku dan Ngobrol Pintar Bersama Wakil Rakyat”, pada Kamis (30/7/2026).

Acara yang mempertemukan masyarakat dengan jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso tersebut berlangsung hidup, hangat, dan interaktif. Suasana diskusi yang cair dan mengalir tak lepas dari peran sang moderator, Mohammad Hairul yang merupakan seorang Instruktur Nasional Literasi.

Example 300x600

“Kita konfirmasi dulu, benar atau tidak mitos yang mengatakan bahwa siswa yang waktu sekolah dulu duduk deretan belakang biasanya mereka jadi anggota dewan?” pancing moderator yang disambut gelak tawa para anggota Komisi IV dan peserta.

BACA JUGA :
219 Desa di Bondowoso Resmi Bentuk Pokja Kampung KB, Ini Tujuannya

Tak berhenti di situ, untuk membawa atmosfer gedung dewan ke panggung diskusi, moderator kembali menghentak ruangan dengan pekikan khas pergerakan.

“Agar para narasumber serasa sedang di kantornya langsung, mari kita teriakkan: Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Salam Pergerakan!” seru Hairul dengan nada tinggi dan penuh energi.

Pekikan tersebut seketika disambut gemuruh tepuk tangan dan teriakan penuh semangat dari ratusan peserta yang memenuhi lokasi acara. Audiens yang hadir dari pelbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), guru, hingga khalayak umum tampak menyatu dalam euforia diskusi.

Masuk pada sesi inti, Hairul mengarahkan diskusi ke isu krusial terkait fungsi dan kewenangan Komisi IV DPRD Bondowoso sebagai mitra kerja sektor pendidikan dan perpustakaan. Selaku moderator ia melontarkan pertanyaan tajam namun elegan mengenai langkah konkret dewan dalam menyokong gerakan literasi daerah.

BACA JUGA :
Hari Guru Nasional, Ketua Komisi IV Minta Pemda Bondowoso Tingkatkan Kesejahteraan Guru

“Bagaimana komitmen nyata Komisi IV DPRD Bondowoso dalam turut serta memajukan literasi melalui tugas dan wewenangnya. Mulai dari fungsi legislasi, pengawasan, hingga alokasi anggaran?” tegas Hairul.

Menjawab pertanyaan mendalam tersebut, jajaran Komisi IV DPRD Bondowoso yang hadir memaparkan berbagai komitmen strategis. Diskusi berlangsung hangat saat membahas bagaimana penguatan regulasi di tingkat daerah serta keberpihakan anggaran APBD sangat dibutuhkan untuk menyokong sarana prasarana literasi, keberlangsungan perpustakaan desa, hingga dukungan bagi komunitas dan TBM lokal.

“Pendekatan yang kita bawakan sengaja dibuat santai namun tetap berbobot. Kita ingin mengubah citra bahwa ngobrol dengan wakil rakyat itu kaku. Justru lewat literasi, kita bisa ‘Ngobrol Pintar’ dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang elegan,” ungkap sang Instruktur Nasional Literasi yang juga merupakan Kepala SMPN 1 Curahdami.

BACA JUGA :
Berkah Ramadan, Polres Bondowoso Bagikan Takjil kepada Pengendara

Para jajaran Komisi IV DPRD Bondowoso yang hadir pun tampak lepas dan antusias dalam merespons berbagai aspirasi yang dilemparkan oleh peserta dari berbagai kalangan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso mengapresiasi suksesnya gelaran ini sebagai bagian penting dari rangkaian Pameran dan Festival Literasi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang makin kuat antara pemerintah daerah, Komisi IV DPRD, dan komunitas penggerak literasi demi melahirkan generasi Bondowoso yang cerdas, kritis, dan berdaya saing”, imbuh Dra. Nunung Setianingsih, M.M.