Lensa Nusantara
Berita Bondowoso

Hari Guru Nasional, Ketua Komisi IV Minta Pemda Bondowoso Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Ketua komisi IV/Ketua DPD Golkar Bondowoso, Ady Kriesna saat kunjungan ke salah satu SD di Bondowoso, sebelum pendemi Covid-19 (Foto: Dok Komisi IV DPRD Bondowoso)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pada Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2021 ini,  ketua komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna minta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru. Kamis, (25/11/2021).

Kriesna bersyukur,  pada tahun 2021 pemerintah telah mengadakan rekrutmen PPPK bagi para guru. Namun disisi lain, masih banyak para guru yang belum diangkat PNS/ASN.

BACA JUGA :  Bupati Bondowoso Hadiri Pengukuhan Tiga Polsek

“Saya berharap, Pemda meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Terutama mereka yang belum PNS/ASN” Kata Kriesna.

Ketua DPD Golkar Bondowoso itu menyarankan, Pemda Bondowoso harus membuat terobosan kebijakan demi kesejahteraan para guru non PNS/ASN.

“Jangan menunggu kebijakan pusat saja” ujar Kriesna .

Kriesna mengatakan, pengelolaan tenaga pendidikan masih menjadi salah satu persoalan krusial dalam manajemen pendidikan. Ketidakseimbangan jumlah guru dengan kebutuhan di lapangan, hingga minimnya kesejahteraan guru merupakan masalah-masalah yang dari tahun ke tahun belum juga terselesaikan.

BACA JUGA :  Audiensi dengan Komisi A Provinsi Sumatera Utara, SPRI Diminta Menyiapkan Naskah Akademik Belanja Iklan

“Padahal guru merupakan tulang punggung bagi terselenggaranya pendidikan yang berkualitas,” ungkap Kriesna.

Kriesna mengakui,  program sejuta guru honorer menjadi PPPK merupakan langkah terobosan pemerintah. Hanya saja masih banyak permasalahan terkait pelaksanaannya. mulai dari tingginya passing grade seleksi, rendahnya poin afirmasi, hingga kepastian jadwal seleksi.

BACA JUGA :  Ketua PPP Bantah Soal Isu Pengusiran Warga di Desa Air Kalimat

Disisi lain, Kriesna juga berharap kepada para guru, agar mampu menanamkan akhlak atau perilaku mulia pada anak didiknya.

“Para guru adalah komponis peradaban, dan masa depan peradaban. membutuhkan generasi paripurna yang memiliki keseimbangan intelektualitas dan integritas” pungkas Kresna. (*/ubay)