Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Lapas Banyuwangi mengikuti kegiatan pengarahan dari Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim melalui sambungan virtual, Senin (20/12/2021). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh satuan kerja di Wilayah Kemenkumham Jatim.
Dari Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto beserta seluruh pejabat struktural mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.
Kegiatan ini digelar oleh Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono untuk memberikan semangat terhadap persiapan jajarannya dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2022 mendatang.
Pada tahun 2021 ini, jajaran Kemenkumham Jatim kembali menorehkan prestasi. Pasalnya, sebanyak 10 satker berhasil meraih predikat WBK dan WBBM. “Yang mana 8 satker berhasil meraih predikat WBK dan 2 satker berhasil memperoleh predikat WBBM termasuk Kanwil Kemenkumham Jatim” terang Krismono.
Prestasi tersebut, kata Krismono, dapat diraih oleh pihaknya dan jajarannya melalui komitmen yang kuat serta semangat yang kuat untuk mewujudkan reformasi birokrasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Tentu ini merupakan hasil dari perjuangan yang telah kita lakukan bersama” katanya.
Untuk satker yang masih belum berhasil mendapatkan predikat WBK maupun WBBM, Krismono menghimbau agar jangan patah semangat. Pada tahun 2022 yang akan datang, ia berharap satker yang mendapatkan predikat WBK dan WBBM dapat bertambah.
Menurutnya, untuk dapat meraih predikat WBK dan WBBM, setiap kepala satker harus bisa menggerakkan jajarannya dan menjadi role model. Peningkatan pengawasan dan internalisasi pembangunan ZI ke jajaran merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.
“Apapun hasil yang diraih, saya minta rekan-rekan terus berproses. Karena tujuan dari pembangunan ZI bukanlah predikat, namun terlaksananya reformasi birokrasi di satker masing-masing dengan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan terbebas dari segala bentuk korupsi” ujarnya.
Pria yang pernah memimpin Lapas Banyuwangi tersebut juga meminta satker yang belum meraih predikat WBK dan WBBM agar dapat mencontoh satker yang sudah berhasil meraih predikat. “Saya rasa di Jatim sudah banyak satker yang bisa dijadikan role model untuk pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM” imbuhnya.
Terkait dengan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Krismono menegaskan kepada jajaran Lapas dan Rutan agar meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Ia juga berharap jajarannya agar melakukan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lain untuk membantu menjaga stabilitas keamanan.
“Lakukan pendekatan keamanan kepada warga binaan dan intensif lakukan kontrol, baik diarea blok hunian maupun sekitar Lapas maupun Rutan” ucapnya.
Terakhir, Krismono mengingatkan jajaran agar selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, mengingat pandemi virus Covid-19 masih belum berakhir. “Pada perayaan Nataru, kepada seluruh jajaran mohon jangan bepergian keluar kota terlebih dahulu, mari sama-sama kita laksanakan himbauan tersebut dengan baik, demi kesehatan dan keselamatan kita bersama” pungkasnya. (fir)








