Danramil Tlogosari mengikuti Sosialisasi Pupuk bersubsidi dan percepatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok e-(RDKK) Tani.

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Bondowoso – Ditengah gencarnya tuntutan pemerintah untuk meningkatkan hasil/produktifitas pertanian khususnya padi, bersamaan dengan hal itu terjadi penurunan jumlah pupuk bersubsidi yang rata-rata mencapai 50%.

Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Maskuning Kecamatan Pujer, diselenggarakan Sosialisasi Pupuk bersubsidi dan percepatan e-RDKK, Rabu 22/01/2020.

Ada beberapa hal yang mendasari Sosialisasi tersebut diantaranya, (1) Kepres No. 15/2011 tentang perubahan PERPRES No. 77/2005, penerapan pupuk bersubsidi sebagai barang pengawasan (2) Permendag No. 15/M.DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian (3) Permentan No 01 th 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020 (4) Skep Kadistan Prop Jatim No. 521.1/138/1102/2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi sektor pertanian Prop. Jatim tahun anggaran 2020.

BACA JUGA :  Hari Kedua Pemberlakuan Ganjil Genap Kawasan Puncak Bogor, Puluhan Kendaraan Putar Balik

Fokus dari sosialisasi sebenarnya disampaikan oleh Bapak Didik Hariono dari Dinas Pertanian Bondowoso yaitu, untuk menyikapi penurunan jumlah pupuk bersubsidi bagi Penyuluh Pertanian agar segera melaksanakan sosialisasi kepada para usahatani, Poktan, dan Gapoktan untuk mengembalikan struktur tanah, kesuburan tanah melalui pemanfaatan pupuk jenis oraganik dengan menggunkan kotoran hewan dsb.

BACA JUGA :  Perampok Spesialis Nasabah Bank Berhasil Ditangkap, Polres Pangkalpinang Gelar Konfrensi Pers

Sementara data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok( e-RDKK) tani yang belum rampung agar segera ditindak lanjuti dengan cara bersinergi dengan aparat wilayah yang ada, baik di Kecamatan maupun Desa masing – masing.


Kami hadir disini sesuai dengan undangan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maskuning dalam rangka Sosialisasi pupuk bersubsidi dan percepatan e-RDKK. Tampaknya proses RDK dan e-RDKK sudah berjalan namun belum rampung secara keseluruhan, masalah ini harus secapatnya dirampungkan, karena keterlambatan data e-RDKK berdampak terhadap semakin berkurangnya pupuk yang bisa dibeli oleh para petani secara bersubsidi, jadi jumlah subsidi sudah turun, keterlambatan data e-RDKK juga mengurangi volume pembelian”, Ungkap Danramil Tlogosari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan