Bersama Mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Taman Bondowoso Luncurkan Program “KAMPOENG MASA”

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Bondowoso – Pemerintah Desa Taman resmikan program pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, program pemberdayaan ini bertajuk “Kampoeng MASA” yang merupakan Kampoeng dengan Masjid Sejahtera, Mahasiswa KKN turut menggandeng Pemerintah Desa untuk mensosialisasikan sekaligus merealisasikan program ini, dimana masjid menjadi pusat utama untuk memulai kegiatan pemberdayaan. Selasa, 10/3/2020.

Dalam rangka mencapai kualitas pengabdian masyarakat khususnya bagi pengembangan konsep pengabdian di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso dibutuhkan peran strategis dan pemikiran terencana untuk mencapai sebuah indikator dan kegiatan yang tepat sasaran. Kegiatan pengabdian didasari oleh dua kepentingan, yaitu kepentingan akademis dan kepentingan masyarakat.

Selain itu, tematik posdaya berbasis masjid juga merupakan komitmen STAI At-Taqwa Bondowoso dalam membina gerakan masyarakat melalui peran strategis masjid sebagai pusat dalam melangsungkan kegiatan serta intens mendistribusikan para alumninya untuk tetap mengawal masjid pasca kembali ditengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Hadirilah, Pengajian Akbar "Taman Grujugan Bersholawat" di Lapangan Desa Taman

Launching Kampoeng MASA diresmikan oleh Drs. Subhan, M.Si, selaku kepala kecamatan Grujugan yang didampingi oleh DPL serta Kepala Desa Taman, dalam sambutannya beliau berpesan banyak, bagaimana kemudian program kampoeng MASA ini terus berjalan meskipun tidak lagi didampingi oleh mahasiswa KKN.

“Saya berharap, kepada segenap masyarakat untuk tetap mengawal program pemberdayaan ini melalui kampoeng MASA yang kita resmikan malam ini, semoga apa yang sudah ditata ini mampu berdampak besar terhadap lingkungan sekitar” Ujarnya.

BACA JUGA :  Peran Serta SATKOWIL Bersama Lintas Sektor Turun Kejalan Cegah Penyebaran Covid-19 di Kec. Wonosari

Dalam program kampoeng MASA, terdapat lima bidang yang menjadi pokok utama, diantaranya Keagamaan, Pendidikan, Kewirausahaan, wawasan lingkungan, dan kesehatan.

“Parameter dari masjid sejahtera bukanlah secara finansial warga disekitar masjid, melainkan bertambahnya jumlah jamaah serta secara terus menerus membina dan mendampingi masyarakat dalam proses pemberdayaan dan kemandirian ekonomi, serta mampu melahirkan inovasi-inovasi yang menjadi kebutuhan dasar para jamaah, dengan begitu insyaallah masjid sejahtera akan terwujud” Imbuhnya.

Di sisi lain, salah satu perwakilan dari koordinator desa dari mahasiswa KKN turut menyampaikan kegembiraannya atas diresmikannya Kampoeng MASA ini, karena ia menganggap bahwa hal ini adalah sesuatu yang penting untuk kiranya menjadikan masjid sebagai pusat pergerakan untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

BACA JUGA :  Lantaran Diduga Jual Pupuk Subsidi Keluar Kota, Warga Maesan Digiring ke Polres Bondowoso

“Tematik posdaya berbasis masjid merupakan komitmen STAI At-Taqwa dalam mewujudkan tata kelola masyarakat yang dinamis, dimana masjid sebagai pusat kegiatan, sesuai dengan bidang-bidang utama yang telah kita kaji bersama. Hal tersebut selaras dengan apa yang selalu disampaikan oleh ketua yayasan At-Taqwa Bondowoso, bahwa STAI At-Taqwa Bondowoso merupakan solusi mulia dunia dan mulia akhirat” kata Sholahudin Ghazali selaku koordinator desa.

Dengan diresmikannya Kampoeng masa ini, mudah-mudahan seluruh problematika masyarakat mulai dari Keagamaan, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan wawasan lingkungan mampu tercover dengan baik dan menemukan jalan keluarnya melalui program pemberdayaan ini demi sebuah kesejahteraan masyarakat.

  • Reporter : Udien
  • Editor : Arik Kurniawan
  • Publikasi : Jasuli
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan