Uncategorized

Dua Kepala Sekolah Bondowoso Meringkuk di Jeruji Besi, Lantaran Kasus Block Grant 2019

×

Dua Kepala Sekolah Bondowoso Meringkuk di Jeruji Besi, Lantaran Kasus Block Grant 2019

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO – Dua terdakwa kasus Block Grand yang bergulir sejak 2019, saat ini Kejaksaan negeri Bondowoso menjebloskan dua Kepala Sekolah ke penjara karena telah terbukti beralah dalam persidangan.

Keduanya merupakan Kepala sekolah yang masih aktif menjabat di Bondowoso. Terdakwa Harsana (52) merupakan Kepala SMPN 1 Pakem sedangkan Agus Prayitno (47) Kepala SDN Sukorejo, Sumberwringin.

Example 300x600

Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Hj Unaisi Hetty Nining SH MH, saat ditemui awak media mengatakan bahwa kedua terdakwa sebelumnya sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

BACA JUGA :  Beberapa Santri Situbondo Ikuti Lomba MTQ Kapolda Cup XIV

“Hari ini sidang putusannya yang digelar secara video conference bertempat di aula Kejaksaan Bondowoso,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya selasa (28/04).

Masih kata Unaisi dalam sidang putusan tersebut, kedua terdakwa mendapatkan vonis yang berbeda. Dimana terdakwa Harsana divonis 1 tahun 3 bulan penjara, sedangkan terdakwa Agus Prayitno di vonis 1 tahun penjara.

“Terdakwa Agus Prayitno vonisnya lebih ringan karena mengembalikan seluruh kerugian negara. Sedangkan terdakwa Harsana hanya mengembalikan sebagian saja. Makanya vonisnya lebih berat,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kejaksaan Negeri Bondowoso Musnahkah Barang Bukti dari 102 Perkara Inkrah

Pihaknya menerangkan, dengan adanya vonis dari pengadilan Tipikor tersebut. Maka Kejaksaan Bondowoso langsung membawa ke-dua terdakwa ke Lapas IIB Bondowoso untuk menjalani masa hukuman.

“Selesai persidangan hari ini juga semua berkasnya lengkap, keduanya langsung kita kirim ke Lapas Bondowoso,” terangnya.

Ia menjelang bahwa, kedua kepala sekolah tersebut tersandung kasus korupsi Block Grant. Pelaksanannya pada 2018. Sedangkan pada 2019, kejaksaan melakukan penyelidikan sampai menentukan tersangka.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Bondowoso: Bantuan Apapun untuk Rakyat, Kalau Saya Minta Uang Laporkan

“Kerugian negara untuk AP berjumlah Rp 72,1 juta. Sedangkan HRS mencapai Rp 129,7 juta. AP telah mengembalikan seluruh kerugian negara tersebut. Sedangkan HRS hanya mengembalikan sebagian,” pungkasnya.

  • Reporter : Arik Kurniawan
  • Publikasi : Yadi/Hosairi
**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Tinggalkan Balasan