Kepala Desa Tegal Arum Pertanyakan Proyek Normalisasi yang Menggunakan Alat Berat Excavator Tanpa Papan Nama

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Banyuwangi – Lensanusantara.net – Proyek Normalisasi yang menggunakan alat berat Excavator yang terletak di sungai Kali Stail Desa Tegal Arum notabene menggunakan Anggaran Negara terkesan sebagai Proyek Siluman dan patut diduga dalam pelaksanaannya menyimpang dari spesifikasi yang telah ditentukan.

Dari data yang dihimpun di lokasi, Seharusnya papan nama proyek tersebut wajib untuk dipasang, agar masyarakat tahu sumber dan besaran anggaran yang digunakan itu brapa dan dari dana apa.

sedangkan di saat awak media menemui Sekcam, Andik Basuki menjelas. ” proyek tersebut tidak ada pemberitahuan kepada kecamatan, saya kira proyek itu kepunyaan PUPR pak. jelasnya.

BACA JUGA :  Satu Tewas Satu Sekarat di Hujami Bacokan Kawanan Gengster

Achmad Turmudzi. Selaku Kepala Desa Tegal Arum menuturkan kepda awak media Lensanusantara. ” Proyek tersebut memang gak ada pemberitahuan kepda Desa mas, namun yang saya kawatirkan Pelaksanaan normalisasi yang terlaksana selama dua hari itu tidak di pertimbangkan dakpak positif dan negatifnya sedang apabila yang di selenggarakan oleh pihak dinas itu resmi seharusnya Ada pemberitahuan terlebih dahulu kepda Desa agar apapun yg akan menjadi dampak terhadap pkerjaan tersebut pihak Desa bisa memberikan saran yang terbaik seperti apa, sedangkan jika tanpa ada kordinasi terhdap desa yang saya takut kan ada dampak dari pekerjaan tersebut, dan dengan tidak adanya pemberitahuan terhadap desa, setelah saya lihat lokasi kegiatan, disana saya menemukan Hasil kegiatan tersebut kurang memperhatikan tahanan yang ada, bahkan dampak akan terjadi kerusakan di sungai belakang ,sedakan dampak yang ke dua kekokohan tiang jembatan saat di hantam air, harapan kami dstu ada bendungan dan dan kantong pasir, “pungkasnya.

BACA JUGA :  Tim Identifikasi Polres Situbondo Ulah TKP Sopir Ambulan RS Elisabeth Yang Meninggal

sedangkan dari keterangan Masyarakat yang tidak mau di sebut namanya menjelaskan. “Normalisasi yang bagaimana ini mas, sedangan papan anggaran informasi terhadap masyarakatpun tidak ada. pungkasnya. (Dofir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan