Banyuwangi, Lensa Nusantara – Pembangunan Gedung SMA.2 Genteng menuai Persoalan di kalangan masyarakat Banyuwangi dan membuat LSM KPK Nusantara DPC Banyuwangi turun ke lokasi untuk melakukan investigasi. Untuk di ketahui pada TA 2019 Dinas Satuan Kerja Pendidikan Propinsi Jawa Timur menggelontorkan Anggaran Senilai Rp 8,4 Milyar dari nilai Pagu dan di menangkan oleh CV Duta Kontruksi yang beralamatkan di Banyuwangi dengan harga penawaran Rp 6,8 Milyar yang diambil dari APBD Jawa Timur, proses masa pelaksanaan pekerjaan 80 hari kerja, serta mengalami dua kali perubahan lelang pada Tanggal 15-21 Oktober 2019.
“Ketika kami investigasi di lokasi pekerjaan pembangunan proyek SMA negeri 2 Genteng Jumat (03/07/2020) kemarin, kami dan beberapa anggota Tim KPKN DPC Banyuwangi menemukan beberapa temuan yaitu salah satunya pembangunan kolam renang yang seharusnya didesain gambar dan RAB itu ada, namun fakta di lapangan pekerjaan tersebut dihilangkan seperti pemasangan keramik lantai kolom kolam renang ukuran 25x25cm, keramik lantai pendestrian keliling kolam renang ukuran 40x40cm, 30x30cm, dan keramik dinding kolam renang 25×25 cm, serta pemasangan rolling tangga stainless kolam renang sebanyak 4unit tidak ada”. Ungkap Indra GP. Minggu siang (05/07/2020).
Indra juga menambahkan “Serta untuk pemasangan besi wearmesh ukuran 8 diduga di kerjakan asal-asalan sehingga nampak atau kelihatan besinya, dan betonnya diwaktu pengocaran terkesan asal jadi sehingga krikil cor kurang maksimal, patut diduga pengerjaan nya kurang sempurna campuran semen,pasir,air, tidak bisa menyatu dengan baik atau pemasangan posisi besi tidak benar sehingga selimut beton terlalu tipis”. Imbuhnya dengan tegas
Dan kami berharap pihak penyelidik Kejati Jatim mengambil sample kubus terkait pekerjaan beton cor mulai strous beton,Poer pondasi beton,sloof beton,kolom beton,balok beton,plat beton yang patut diduga kualitas mutunya tidak sesuai spesifikasi dan RAB untuk di Labfor kan”. Harapnya Indra GP
Kadek Selaku Komite SMA 2 Genteng saat di konfirmasi di lokasi mengatakan ” bahwa untuk pekerjaan kolam renang yang belum selesai di CCO kan untuk kekurangan pembangunan atap gedung asrama”. Ucapnya
” Bahwa untuk pekerjaan kolam yang belum selesai nantinya akan di mintakan sumbangan ke wali murid “.Tutup Jalasnya
Saat Media mengkonfirmasi pihak rekanan CV Duta kontruksi Melalui via telepon mengatakan ” iya mas kita ketemu saja agar lebih jelas dan saya jelasnya secara detail”.ucapnya
Faktanya hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban. (Dhofir)








