Berita

Kapolres Kampar: Gerakan Jaga Kampung Program Ketahanan Pangan di Desa Laboy Jaya Sukses

91
×

Kapolres Kampar: Gerakan Jaga Kampung Program Ketahanan Pangan di Desa Laboy Jaya Sukses

Sebarkan artikel ini

KAMPAR, Lensa Nusantara – Kamis siang (16/7/2020), Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK melakukan Konferensi Pers tentang Ekspos Keberhasilan Gerakan Jaga Kampung Program Ketahanan Pangan di Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar.

Hadir bersama Kapolres Kampar pada kegiatan ini Kasat Binmas AKP Ratip, Kasat Sabhara AKP Ikhwan Widarmono, Bhabinkamtibmas Desa Laboy Jaya Bripka Zulhendri, Kepala Desa Laboy Jaya H. Rahmad S.Sos, Ketua Posko Jaga Kampung Desa Laboy Jaya Hambali Harahap dan sejumlah Perangkat Desa Laboy Jaya.

Example 300x600

Sebelum melakukan Konferensi Pers, Kapolres Kampar dan rombongan meninjau areal perkebunan palawija di Kawasan Kantor Desa Laboy Jaya, yang merupakan program Jaga Kampung Binaan Polres Kampar.

Kapolres Kampar didampingi Kades Laboy Jaya mengecek kondisi tanaman program jaga kampung ini berupa Jagung, Bawang Merah dan Cabe, dari hasil pengecekan semua tanaman ini nampak tumbuh subur dan sudah mendekati masa panen.

Kawasan perkebunan dilingkungan Kantor Desa Laboy Jaya dengan luas sekitar 2 Hektar ini merupakan Pilot Project Gerakan Jaga Kampung untuk Kecamatan Bangkinang, program yang sama juga sudah diikuti warga masyarakat Desa Laboy Jaya di lahannya masing-masing yang dibina oleh Bhabinkamtibmas.

Selanjutnya dilakukan Konferensi Pers di Lokasi Perkebunan Palawija Program Jaga Kampung Desa Laboy Jaya ini, dalam konferensi pers ini Kapolres Kampar menyampaikan beberapa hal, antara lain :

Gerakan Jaga Kampung yang merupakan penjabaran Program Kampung Tangguh Nusantara yang diterapkan di Desa Laboy Jaya Binaan Polres Kampar ini dinilai berhasil, karena semua tanaman berupa Jagung, Bawang Merah dan Cabe tumbuh subur dan sebagian sudah siap panen dan siap memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kampar.

Kepala Desa bersama Bhabinkamtibmas juga berhasil memotivasi masyarakat untuk mengikuti Gerakan Jaga Kampung, dengan menanami lahan kosong dan lahan tidur miliknya masing-masing menjadi lahan produktif.

Keberhasilan Gerakan Jaga Kampung di Desa Laboy Jaya ini telah berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan pada masa Pandemi Covid-19 serta berkontribusi pula dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini akan terus dijalankan secara berkesinambungan walaupun nantinya kondisi sudah normal dan tidak ada lagi Pandemi Covid-19.

Kepala Desa Laboy Jaya H. Rahmad S.Sos pada kesempatan ini juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Kampar dan jajarannya atas terlaksananya gerakan jaga kampung di Desa Laboy Jaya ini, yang dinilai berhasil baik dalam peningkatan ketahanan pangan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat, ungkapnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…