Berita

5.000an Bibit Mangrove di Tebang Orang Tidak Dikenal

67
×

5.000an Bibit Mangrove di Tebang Orang Tidak Dikenal

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sebanyak 5000 bibit mangrove jenis Rhizophora, di kawasan Konservasi Mangrove Center Probolinggo (MCP), yang berada di Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, di tebang orang tak di kenal. Kejadian tersebut terjadi seminggu yang lalu, tepatnya pada Minggu, (6/12/2020),

Example 300x600

Abdul Aziz, selaku Pembina MCP mengatakan, bahwasanya mangrove itu di perkirakan di tebang pada malam hari, karena sehari sebelumnya, Sabtu (5/12/2020) ia bersama beberapa orang temannya masih melakukan penanaman menggunakan bibit mangrove yang sama.

“Itu semua 17 ribu mas, tapi sudah di tanam sekitar 3 ribu, kalau umurnya itu sudah 7 bulan, jadi sudah siap di tanam. Sabtu itu kita masih tanam, nah minggu paginya itu mau nanam lagi baru di ketahui kalau sudah rusak”.

Ia mengaku kejadian sial itu sudah mempunyai tanda-tanda sebelumnya, yakni pada hari Sabtu (28/11/2020) bulan lalu, atau seminggu sebelum terjadi penebangan bibit mangrove, pihaknya membuat alat pemecah ombak (APO) di sebelah timur pantai duta, menggunakan bambu yang berjejer sepanjang 30 meter. Namun keesokan harinya APO tersebut sudah lepas dari tancapannya, padahal kala itu tidak ada angin, hujan dan ombak yang begitu kencang.

Namun ia tidak menaruh kecurigaan pada siapapun atas kejadian itu, baik dari kejadian APO atau penebangan bibit mangrovenya. Saat ini pihaknya masih tetap meneruskan penanaman menggunakan bibit yang lolos dari senjata tajam orang keji itu. Namun ia tidak pernah menaruh kecurigaan pada siapapun atas kerusakan ini, hanya saja ia menilai penebangan itu di lakukan oleh orang-orang sekitar, karena baginya sangat tidak mungkin orang luar daerah akan merusak.

“Nangis hati saya mas, ya Allah bibit yang mau di tanam kok di rusak begini, itu kan makhluk hidup, ibarat manusia itu kan masih bayi mas (mangrove, red)” sesalnya, sambil mengusap dada.

Saat ini ia mengaku akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib, keterlambatan itu terlahir atas keraguannya akan di temukannya pelaku penebangan itu. Karena kalau berkaca dari pengalaman sebelumnya, ia pernah melapor kejadian pengrusakan mulai dari penebangan cemara laut, tandon air yang dirusak, mesin air yang hilang. Namun sampai saat ini tidak di ketahui siapa pelakunya.

“Saya hanya bisa bersabar mas. Harapan saya, jadi semua yang sudah tertanam jangan di ganggu juga lah. Karena itu yang jelas di butuhkan masyarakat. Siapapun pelakunya semoga diberikan kesadaran” tutup, pegiat lingkungan ini.(yusub).

Tinggalkan Balasan