Lensa Nusantara
Bondowoso Featured

LBH HMI Cabang Bondowoso-Situbondo Datangi Polres Bondowoso, Ini yang Diadukan

Direktur LKBH HMI Cabang Bondowoso-Situbondo usai membuat laporan Polisi di Mapolres Bondowoso. Kamis 14/1/2021.(Foto: Dok LN)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Aktivis yang tergabung dalam Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Bondowoso-Situbondo mendatangi Mapolres Bondowoso untuk melaporkan akun Tiktok seorang wanita. Kamis 14/1/2021.

Para aktivis HMI Bidang Hukum itu yakni Humairi Alfarisi (Direktur Eksekutif) Moh.Syeh Zainul Hali, S.H (Dir Advokasi dan Penanganan Kasus) serta Subaydi.SH (Direktur Pengembangan HukuM).

Ketiga Direktur LBH di HMI itu melaporkan akun Tiktok atas nama @Novianifitri(Widia_akbarfitriani)ke Reskrim Polres Bondowoso, karena unggahan akun Tiktok tersebut di duga telah mencemarkan nama baik organisasinya yaitu HMI, serta menyerang kehormatan seniornya yakni Mulyadi P Tamsir yang menjadi korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air.

Akun Tiktok @Novianifitri mengunggah video seorang wanita dengan kata-kata yang di duga melanggar Hukum, sara, kebencian serta pencemaran nama baik bagi Lembaga organisasi dan nama baik Ketum PB HMI.

Menurut Direktur LBH HMI Alfarisi, Video itu di buat dan di sebarkan setelah kejadian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. di buat dengan sengaja, dengan kata-kata yang mengandung fitnah, pencemaran nama baik pada organisasi HMI, sehingga ia dan rekan-rekanya di LBH HMI melaporkan Hal itu ke Polres Bondowoso.

“kami atas nama Kader Hmi tidak terima atas unggahan dalam video tiktok itu, yang telah membuat nama HMI di cemarkan lewat Medsos. hari ini kita buat laporan resmi ke Polres Bondowoso, dan Alhamdulillah sudah di terima penyidik,” ungkap Alfarisi.

Sementara itu S. Zainul Hali juga menuturkan, Dalam unggahan video Tintok milik @Novianifitri yang berdurasi 59 Detik itu, jelas melanggar Undang-undang ITE karena mengandung fitnah dan adu domba.

“kami sodorkan ke penyidik untuk menjerat pengunggah dan pembuat Video Tiktok itu pasal 28 ayat (2) UU ITE serta pasal 310 KUH pidana” kata S.zainul Hali usai keluar dari ruang Reskrim.

Perlu di ketahui, isi kata-kata yang di ucapkan seorang wanita dalam video  Tiktok itu secara singkat sebagai berikut,: “Gua kasik tau ya.Salah satu penumpang Sriwijaya Air adalah pembenci Ahok, Katum PB HMI itu yang dulu demoi ahok. dulu mau menggal-menggal Ahok”

S.Zainul Hali berharap, Polisi segera mengungkap dan menangkap pembuat dan penyebar video tersebut agar masyarakat bijak dalam menggunakan sarana medsos serta menjadi cerminan bagi masyarakat luas tentang penegakan Hukum ITE.

“Semoga pihak Kepolisian segera mengungkap dan menangkap pembuat video Tiktok ini, kami harap semua kader HMI tetap tenang, kita percayakan ke pihak berwajib, Yakusa.” pungkas Zainul H.

  • Reporter : Yadi/Rahman
  • Editor : Arik Kurniawan
  • Publikasi : Suhartono/Sugik

Related posts

Meningkatkan PAD SBB, Ini Strategi BUMD PT. Persada Saka Mese Nusa

Lensa Nusantara

Proyek Pembukaan Badan Jalan Kampar Diduga Tidak Ada Laporan Kepada Pihak Desa

Lensa Nusantara

Mulai Keong, Wereng Hingga Banjir Jadi Musuh Petani di Cilacap

Lensa Nusantara