Lensa Nusantara
Featured Polri

Kawali Jateng Sebut Polres Rembang Lamban Tangani Soal Limbah di Sluke, Rembang

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kawan Wahana Lingkungan (Kawali) Jateng menyebut Polres Rembang lamban dan kurang serius dalam menangani perkara keberadaan limbah di Desa Jatisari Kecamatan Sluke. Hal itu lantaran sampai hari ini (Minggu 24/1/2021), Pawali menganggap belum ada kejelasan soal penyelidikan polisi

Ketua Kawali Jateng, Heri Hermawan menyatakan, perkara limbah di Sluke sudah dilaporkan kepada Polres Rembang pada Oktober 2020. Audiensi dengan pihak terkait di gedung DPRD Rembang pun sudah dua kali dilakukan.

Salah satu audiensi tersebut dihadiri oleh perwakilan Polres Rembang. Seharusnya, kata Heri, perkara tersebut sudah ada kejelasan. Apalagi, instansi pemerintahan sudah menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian.

“Sebenarnya, DLH sudah menyampaikan menyerahkan prosesnya kepada polisi. Saya melihat kurang seriusnya di sana. Masyarakat menjadi tidak percaya dengan terlambatnya penanganan oleh polisi. (kasus limbah) Polisi kurang serius,” papar Heri.

Heri juga menyayangkan belum adanya respons dari KLHK terkait limbah. Padahal, keberadaan limbah sudah dilaporkan sejak 1 April 2020 kepada Gakkum KLHK. Ia menduga ada sesuatu yang yang ditutupi terkait kasus ini.

“Dua penegak hukum, Polres maupun Gakkum KLHK, saya melihat ada sesuatu yang ditutupi. Jumlah material banyak, keberadaannya jelas. Sampai berlarut-larut tidak diketahui pemiliknya, kan ada sesuatu disembunyikan. Kalau tidak ada unsur pidana, silahkan polisi keluarkan SP3, yang penting ada dasarnya,” kata dia.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menegaskan, penyelidikan kasus limbah Sluke masih berjalan dan tidak mandek. Pihaknya, bersama Tim Labfor Polda Jateng sudah mendatangi lokasi untuk melengkapi alat bukti. Namun sampai hari ini Minggu (24/1/2021) hasilnya belum keluar

Keterangan polisi terkait aduan limbah berbeda dengan Kawali. Polisi menyebut, aduan soal perkara itu masuk ke Polres pada Desember 2020. “Limbah masih di tempat (Jatisari). Penyelidikan lanjut,” tandasnya.

Sebelumnya, lantaran belum ada kejelasan hasil penanganan perkara limbah, seorang warga bernama Lilik Yuliantoro berjalan kaki dari Rembang menuju Istana Negara, Jakarta. Lilik berangkat dari depan DPRD Rembang pada hari Rabu (20 Januari 2021). Rencananya ia akan bertemu Gubernur Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Ahmad Lutfi dan Presiden Joko Widodo.(Ag)

Related posts

Pemkab Lampung Selatan Distribusikan 2.740 Paket Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu yang Terdampak Covid-19

Lensa Nusantara

Bupati Sukabumi Tinjau PPKM di Perbatasan Sukabumi-Cianjur

Lensa Nusantara

Presiden: Fokus Pada 3T dan Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Lensa Nusantara