Lensa Nusantara
Berita Internasional

Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Dairi, Bupati: Menciptakan Generasi Unggul dan Berkualitas itu Tidak Mudah

Dairi, LENSANUSANTARA.CO.ID – generasiakan generasi unggul dan berkualitas itu tidak mudah, namun harus melalui sejumlah tahapan, dan proses. Kegemaran membaca merupakan aktivitas yang mudah, akan tetapi sulit meluangkan waktu untuk melaksanakannya, demikian disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat mengikuti Talk show peningkatan indeks literasi masyarakat kabupaten Dairi tahun 2021 dan penandatanganan nota kesepahaman Perpustakaan Nasional RI dengan Pemkab Dairi, Sekolah Tinggi agama Islam Al Ikhlas Sidikalang, dan Sekolah Tinggi Oikumene Injili Sidikalang, Sekolah Tinggi Bibelvrow HKBP dan Institut Teknologi DEL, Selasa (23/02/2021) bertempat di Balai Budaya Sidikalang.

Kegiatan Talk show peningkatan indeks literasi masyarakat kabupaten Dairi tahun 2021 dan penandatanganan nota kesepahaman perpustakaan nasional RI dengan Pemkab Dairi
dan beberapa lembaga pendidikan ini menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Kepala Perpustakaan Nasional Drs. Syarif Bando,MM, Anggota Komisi X DPR-RI Prof.DR Ir. Djohar Arifin Husin, Kepala dinas perpustakaan dan arsip Provinsi Sumatera Utara Ir. Harlen Purba, MM, yang dimoderatori oleh Rinaldi Banurea S,Pd, dan diikuti oleh plh Bupati Toba Ir,Poltak Sitorus, unsur Forkopimda Dairi, Kepala dinas perpustakaan dan arsip Kabupaten Dairi, Fatimah Boang Manalu S,Pd, M,Si, para kepala sekolah SD, SMP dan SMA se kabupaten Dairi, serta komunitas literasi, dan komunitas baca.

Dalam talk show yang mengusung tema, penguatan sisi hulu dan hilir budaya baca guna peningkatan indeks literasi masyarakat Indonesia, Bupati Dairi menegaskan pada era industri 4.0 peran perpustakaan tidak semata-mata wadah membaca buku, tapi perpustakaan sudah mengalami transformasi berbasis inklusi sosial dimana perpustakaan berfungsi memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi dengan dasar keragaman budaya, kemauan menerima perubahan dan kesempatan berusaha.

“Pemerintah kabupaten Dairi akan menjalankan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan menjadikan perpustakaan umum sebagai pusat belajar dengan melibatkan berbagai sektor swasta, Perguruan Tinggi, sekolah dan pemerintah desa”, ungkap Bupati.

Sebelumnya, Dalam talkshow ini, kepala perpustakaan nasional Drs. Mohammad Syarif Bando. MM, menegaskan Perpustakaan adalah rumah pelajar mahasiswa dan masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik.

“Di 2021 kita ada slogan lepaskan dirimu dari belenggu kemiskinan dengan membaca. Sebab literasi adalah pemberantasan buta aksara, sehingga dengan membaca manusia akan memperbaiki kualitas hidupnya” katanya.

Dijelaskan, saat ini perpustakaan Nasional memiliki 4 miliar artikel sehingga menjadi salah satu perpustakaan terbaik di dunia.dan saat ini perpustakaan nasional juga memiliki 1 juta manuscript naskah kuno, katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR-RI, Prof.DR Ir. Djohar Arifin Husin saat memulai paparannya menegaskan, Perpustakaan pada hakikatnya akan membangun peradaban yang baru bagi para ilmuwan agamawan wartawan, budayawan dan politikus.

dijelaskan dalam acara peningkatan indeks literasi masyarakat di Dairi dan penandatangann nota ini kita perlu meyamakan pokok pikiran dalam memotivasi masyarakat gemar membaca dan mewujudkan perpustakaan sebgai wahan baca yang nyaman.

“Dinas Pendidikan dan kebudayaan sebagai mitra Komis X tentu memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan minat baca bagi generasi dini Indonesia.
Saya punya alasan tersendiri, kenapa mesti Dairi yang saya pilih dari 416 kabupaten yang ada di Indonesia.
Alasanya adalah karena sikap Bupati Dairi yang memiliki kepedulian pada dunia pendidikan,” ungkap Djohar.

Dikatakan Djohar, banyak hal yang perlu kita bahas dalam peningkatan minat baca anak. Minat baca yang rendah adalah karena penerapan sistem yang tidak tepat.

“Selama ini sistem pendidikan kita selalu fokus pada materi pelajaran hitung-hitungan, yang dalam peningfkatan minat baca itu tidak tepat. Sekarang saatnya kumpulkan para tenaga pendidik untuk meningkatakan pekerjaan rumah anak didik agar fokus pada hafalan bukan hitungan. Dengan demikian anak didik akan memotivasi dirinya sendiri untuk membaca, sebab manfaat membaca berdasarkan penelitian, salah satunya adalah menguatkan kecepatan berpikir dan meningkatkan IQ dan mengembangkan kemapuam sosial emosional”, pungkas Djohar.

Dalam acara ini, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menerima secara simbolis kenderan perpustakaan keliling yang bersumber dari APBN, dan juga dilaksanakan launching Pojok Baca Digital (Pocadi) Dairi. (Mula)

Related posts

Pelihara Soliditas TNI-Polri, Polda Banten Gowes Bareng TNI dan Komunitas Sepeda Ceria

Redaksi

Kampung baru Kalisat Sempol Bondowoso Hari ini Banjir Lagi

Redaksi

Istri Bupati SBD Menjenguk Ibu Yustina Teba Raya yang Mengalami Gizi Buruk Selama 33 Tahun

Lensa Nusantara