Pemerintahan

BPN Pamekasan Tahun 2022 Targetkan PTSL 13.790 Bidang Tanah, Ini Kendalanya

148
×

BPN Pamekasan Tahun 2022 Targetkan PTSL 13.790 Bidang Tanah, Ini Kendalanya

Sebarkan artikel ini

Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan tahun 2022 menargetkan PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap) sebanyak 13.790 bidang tanah. (01/02/2022)

Example 300x600

Kepala Badan Pertanahan Nasional Pamekasan, Yuli Budiharto menyampaikan, untuk tahun 2022 ini targetnya ada 13.790 bidang.

“Ini sudah di tetapkan di 6 desa, kemudian lintas sektor yaitu UKM dan nelayan ini ada 1.750. Untuk 1.400 sekian itu untuk kegiatan UKM kemudian sisanya adalah nelayan”, paparnya saat memberikan sambutan penyerahan sertifikat tanah redistribusi dan lintas sektor.

BACA JUGA :
Literasi Tuberkulosis Berbasis Komunitas untuk Menggapai Eliminasi TBC Tahun 2030 di Pamekasan Jawa Timur

Selanjutnya ia menambahkan, bahwa ada kegiatan identifikasi P4T (penggunaan, pemanfaatan, penguasaan dan pemilikan tanah) dengan target sebanyak 3.000 untuk persiapan PTSL tahun berikutnya.

“Sementara target ini menurun karena pemerintah sedang fokus penanganan covid-19, semua wilayah turun targetnya untuk tahun ini”, jelasnya. (31/01/22)

BACA JUGA :
Seorang Gadis Yatim Piatu di Pamekasan Hidup Bersama Nenek Dirumah Peninggalan Orang Tuanya yang Hampir Roboh

Menurutnya, minat masyarakat di Pamekasan harus di tingkatkan karena masih banyak masyarakat yang beranggapan jika tanahnya bersertifikat pajaknya menjadi mahal.

“Ini yang menjadi kendala bagi kami untuk sertifikasi tanah di Pamekasan, tapi perbandingannya ya 50 banding 50 lah, 50 yang mau dan 50 yang untuk Pamekasan ini, jadi hanya diukur dan di data tidak sampai sertifikat”, ungkapnya.

BACA JUGA :
PMII Rayon Sakera Komisariat IAIN Madura Pamekasan Gelar Mapaba Panca ke-V: Memegang Teguh Nilai Etos dan Optimistisme Juang

Budiharto berharap, masyarakat untuk ikut serta dan memanfaatkan dalam program ini, karena sertifikasi tanah sudah di bantu oleh pemerintah.

“Sudah ada kemudahan, biaya dibantu, tapi tidak di manfaatkan oleh masyarakat. Mungkin bisa disampaikan kepada masyarakat terkait program PTSL kemudian lintas sektor ini harusnya di manfaatkan”, harapnya.(Rofiuddin)