free stats

Kubu Bupati Salwa Ancam Laporkan Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir: Jangan Gertak Saya

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID
DPC PPP Bondowoso menggelar jumpa pers di Kantor DPC PPP setempat, pada Rabu (9/3/2022). Dalam penyampaiannya kepada awak media, Sekretaris DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zain mengatakan akan melaporkan ketua DPC PKB Ahmad Dhafir atas dugaan pencemaran nama baik terhadap pemerintahan Kabupaten Bondowoso.

Menurut Sahlawi, Ahmad Dhafir yang merupakan ketua DPC PKB, telah menyebarkan berita bohong, dengan menyebut pemerintahan Bondowoso marak jual beli jabatan dan lain sebagainya. Pernyataan tersebut sudah menjadi berita viral dan menjadi konsumsi publik.

Untuk itu, DPC PPP Bondowoso meminta kepada Achmad Dhafir untuk mencabut beberapa pernyataannya sekaligus untuk  menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati selaku kepala daerah Kabupaten Bondowoso melalui media elektronik.

“Kami tunggu paling lambat 2 x 24 jam dari sekarang. Jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak ada jawaban, maka kami akan siapkan langkah hukum sesuai UU nomor 11, tahun 2008 terkait ITE .” Ucap Sahlawi.

Hal itu mendapat tanggapan dari ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir. Lewat sambungan teleponnya dengan jurnalis Lensa Nusantara pada hari ini. Kamis (10/3).

Ahmad Dhafir dengan tegas mengatakan tidak akan mencabut pernyataannya yang menyebut ada ‘jual beli jabatan’ di dalam pemerintahan Kabupaten Bondowoso.

“Jangan gertak Saya. Jangan kan 2 x 24 jam. 2 x 24 bulan pun saya tidak akan pernah minta maaf dan tidak akan mencabut pernyataan saya.” Tegasnya.

Dhafir juga menyebut, bahwa DPC PPP salah alamat. Menurut Dhafir, narasi yang ia sampaikan terkait isu jual beli jabatan, mengulas hasil statemen Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar yang sudah tersebar di beberapa media di Bondowoso.

“Seharusnya yang disuruh minta maaf pak Wabup, bukan saya. Karena pak Wabup adalah eksekutif atau pelaksana pemerintahan, sedangkan saya adalah pengawas pelaksanaan pemerintahan sesuai fungsinya, kan pak Wabup yang menyampaikan itu.” Ujar dia.

Selain itu, Dhafir juga menyebut bahwa tuduhan DPC PPP juga salah alamat yang menyebut “Ketua DPC PKB”.

“Kemarin saya hadir sebagai ketua DPRD, di acara PKB dengan materi pemahaman demokrasi politik, artinya biar rakyat tahu kalau saya sebagai wakilnya.” Terang Dhafir.

Lebih lanjut Dhafir mengungkapkan, jika yang dimaksud pernyataannya yang kemarin waktu acara PKB, maka hal itu salah.

“Mereka juga salah alamat menyebut ketua PKB. Saya hadir sebagai ketua DPRD dengan materi pemahaman demokrasi politik, di baju saya ada pin DPRD.” Jelasnya.

Namun, kata Dhafir, jika DPC PPP memintanya untuk minta maaf, Dhafir dengan tegas menolak.

“Sekali lagi, saya tidak akan meminta maaf, jangan gertak saya.” Pungkasnya. (Ubay)