free stats
Daerah  

Sejarah Singkat Yayasan CADAR Jenggawah Jember

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Khusnul Hotimah pendiri sekaligus Ketua yayasan CADAR (Cahaya Darul Ulum) menceritakan perjalanan berdirinya yayasan hingga saat ini.

Pada tahun 1995 Khusnul sebagai mahasiswa aktivis di organisasi PMII, hingga pulang ke kampung halaman setelah menyelesaikan studi sarjana di kota santri Jombang Jawa Timur.

“Saya dengan membawa misi penerus perjuangan pahlawan saat itu membuka belajar percepatan paket A dan Paket B serta unit kerja usaha bersama Pemuda Desa (Karang Taruna). Dengan jumlah peserta yang tidak sedikit dan sangat antusias.” Ujar khusnul Hotimah sebagai kalimat pembukanya. Jumat, 25/3/2022.

BACA JUGA :  Kembali..!!! Puluhan Warga Datangi Gedung DPRD Dairi Meminta Penghitungan Suara Diulang

Ternyata, Dari awal yang tidak terduga, menghasilkan antusias dari keluarga khususnya Orang Tua dari Khusnul Hotimah untuk mendirikan Yayasan sebagai tempat naungan anak-anak yang terlantar, sekaligus wadah meminta bantuan dana operasional melalui jalur pemerintah.

Lokasi yang bertempat di Desa Lengkong Mumbulsari resmi menjadi tempat berdirinya yayasan di Tahun 1996.

“Setelah satu tahun berjalannya kegiatan di yayasan dengan sistem belajar paket A dan B serta mendirikan beberapa unit usaha dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mengaji pada sore hingga malam hari. Sudah menjadi agenda rutin dan wajib yang di yayasan.” Khusnul Hotimah menambahkan saat diwawancara awak media.

BACA JUGA :  LSM KPK Layangkan Laporan ke Kejaksaan Jember Terkait Dugaan Korupsi TKD Balet Baru

Menginjak Tahun 1997 yayasan dengan jumlah santri lebih dari 200 anak. Membuat asrama yang di tempati menjadi tidak cukup sebagai tempat istahat anak-anak.

Selain itu, Yayasan CADAR juga miliki panti asuhan sebanyak 34 Anak yang tinggal di asrama dan juga diluar.

Nurhadi selaku bapak dari Khusnul Hotimah sekaligus pendiri dan penasihat yayasan, akhirnya memberikan tanah hibah sebagai tempat perluasan dari kegiatan yayasan seluar 7.000 meter.

“Saya ingin yayasan ini menjadi tempat jihad yang tidak akan pernah selesai sebagai bentuk pengabdian manusia kepada Allah.” Kutipan pesan yang di sampaikan oleh Nurhadi.

BACA JUGA :  Kades Tegalrejo Melayangkan Surat Permohonan Perbaikan Bendungan ke DPU Bina Marga dan SDA

Lokasi yayasan yang pertama berada di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari telah resmi di pindah pada lokasi dengan jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi pertama, yaitu bertepat di Desa Talang Babatan Desa Jenggawah kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

“Sejak berdiri hingga saat ini, banyak kisah haru yang dilalui oleh pendiri, pembina dan ketua. Hingga, yayasan ini mampu mempertahankan keberlangsungan kegiatan dengan khidmat dan istiqomah hingga sekarang”. Pungkasnya.(Aisyatul Ilmi)