Berita

Peringati Milad Ke-110 Muhamadiyah dan Ke-105 Aisyiah Bupati Trenggalek Ajak Menjaga Keberlangsungan Hidup

×

Peringati Milad Ke-110 Muhamadiyah dan Ke-105 Aisyiah Bupati Trenggalek Ajak Menjaga Keberlangsungan Hidup

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menghadiri peringatan Milad ke-110 Muhammadiyah dan ke-105 Aisyiyah

Trenggalek, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menghadiri peringatan Milad ke-110 Muhammadiyah dan ke-105 Aisyiyah di Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek mengajak menjaga keberlangsungan hidup. Minggu (13/11/2022)

Kalimat ajakan ini disampaikan oleh kepala daerah muda itu karena trenyuh terhadap kondisi saat ini. Menurutnya percuma kesuksesan-kesuksesan diraih bila kita tidak peduli terhadap lingkungan. Karena jerih payah ini bisa raib dalam sekejap disapu alam yang murka.

Example 300x600

Bencana alam yang datang bertubi-tubi, menjadi refleksi bagi Bupati untuk mengajak warganya merenungkan diri bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kemajuan ini terus melesat tapi jangan terlupakan untuk menjaga keseimbangan alam semesta, karena PR terbesar kita adalah hidup berkelanjutan,” ucapnya

Ini tantangan berat, karena untuk menjaga hidup yang berkelanjutan ini tidak mudah, sambungnya. “Butuh komitmen bersama,” jelasnya.

Senang bisa berkumpul dengan seluruh anggota Muhammadiyah dalam Apel peringatan milad ke-110 Muhammadiyah ke-110 dan ke-105 Aisyiyah, Gus Ipin sapaan Bupati Trenggalek itu kembali mengingatkan bawasannya awal revolusi, visi Muhammadiyah dahulu bahu membahu mewujudkan adanya kemerdekaan. Setelah kemerdekaan kemudian memastikan Indonesia ini utuh aman dan stabil.

Tantangan kita kedepan. Semaju apapun keberhasilan yang kita capai akan sia-sia bila tidak ada kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan alam semesta. Berkomitmen bersama Muhammadiyah salah satunya menolak tambang emas di daerahnya. Bupati Trenggalek ini juga mengajak memilih ekonomi karbon, seperti amanah Presiden Joko Widodo dan Kementrian LHK.

“Emas hijau inilah emas sesungguhnya, dan banyak potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari mengolah alam ini dengan tanpa mengekploitasi hasil tambangnya. Karena dengan ekploitasi akan menimbulkan kerusakan dan tentunya mengganggu keseimbangan alam,” tutupnya. (Nov)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.